Jum'at, 10/04/2020 02:50 WIB

Ketua Komisi VI DPR Sebut Garuda Banyak "Hantunya"

Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Reza mencontohkan ketika perusahaan penerbangan itu diduga mempercantik laporan keuangannya pada tahun 2018. Laporan keuangan Garuda Indonesia disebut janggal lantaran tiba-tiba meningkat drastis.

Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza dari PKB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza menilai dicopotnya Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Aria Askhara oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir merupakan momentum yang bagus untuk menata ulang manajemen Garuda agar bisa bersaing dikancah internasional.

"Nah ini juga merupakan momentum buat menteri bumn agar menata garuda dengan lebih baik," kata Faisol kepada Jurnas.com, Jumat (06/12/2019).

Penataan ulang secara menyeluruh perlu dilakukan lantaran Garuda sudah terlalu sering menuai kontroversi.

Mantan Aktifis 98 itu mencontohkan ketika perusahaan penerbangan itu diduga mempercantik laporan keuangannya pada tahun 2018. Laporan keuangan Garuda Indonesia disebut janggal lantaran tiba-tiba meningkat drastis.

Menurut laporan keuangan GIAA 2018, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar US$ 809,85 ribu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000). Padahal di kuartal III-2018 Garuda Indonesia masih mengalami kerugian sebesar US$ 114,08 juta atau atau Rp 1,66 triliun jika dikalikan kurs saat itu sekitar Rp 14.600.

"(Kemudian) Dugaan korupsi menyangkut pembelian mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C, beberapa waktu lalu," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Menteri Erick, kata Faisol harus benar - benar jeli dan dalam menempatkan direksi dan komisaris PT Garuda.

Menurutnya, sosok yang pantas untuk menduduki jabatan direksi dan komisaris di PT Garuda harus memiliki track record jelas, kinerja yang baik dan juga cekatan serta Cepat.

"Bukan hanya itu saja, tapi juga harus kuat. Kenapa kuat? Karena di Garuda ini kan banyak hantunya. Tanda petik. Hantu - hantu ini kan pasti menunggu kesempatan dimana mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari perusahaan seperti garuda," ujar dia.

Setelah manajemen lama selesai dibongkar dan sudah diisi dengan orang-orang baru yang sesuai dengan kriteria tersebut, Faisol optimis kinerja PT Garuda bisa meningkat.

"Kita tahu bahwa kinerja garuda ini adalah perusahaan kebanggan kita. Maskapai kebanggaan kita yang sekarang ini pelan pelan mulai menurun kinerjanya. Masa garuda kalah dengan turkish airlines servisnya. Padahal turkish airlines merupakan perusahaan yang ada dinegara seperti turkey yang notabene pertumbuhan ekonominya jauh dibawah kita bahkan mendekati minus," ujarnya.

"Nah. Garuda ini peluang untuk bersaing dengan perusahaan perusahaan besar sangat luas nah momentum inilah yang harus dipakai oleh menteri BUMN supaya apa tidak tersia-sia waktu yang ada sekarang ini dalam rangka membenahi bumn," sambungnya.

Untuk diketahui, Erick Thohir mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Aria Askhara lantaran dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton melalui pesawat Airbus A330-900 Neo.

TAGS : PT Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI Faisol Reza




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :