Selasa, 12/11/2019 07:23 WIB

Serangan Rusia Hantam Sekolah dan Rumah Sakit

Tindakan ofensif di Idlib telah dilancarkan  Presiden Suriah,  Bashar al-Assad sejak  April. Wilayah itu merupakan rumah bagi tiga juta orang yang masih berada di bawah kendali Al-Qaeda.

Salah satu ledakan yang pernah terjadi di mesjid di Suriah Utara

Jakarta, Jurnas.com - Serangan udara selama  dua hari yang dilancarkan Pemerintah Suriah dan Sekutunya Rusia di barat laut Rusia, telah menghantam sekolah dan rumah sakit bersalin

Bombardir itu, oleh Amerika Serikat diminta untuk segera dihentikan. Pasalnya, serangan tersebut sudah menyerang rakyat sipil dan dikabarkan sudah 12 orang yang dinyatakan tewas.

Koresponden AFP mengabarkan, melihat petugas penyelamat membawa seorang gadis kecil yang berlumuran darah di bagian tenggorakan di desa Al-Sahaara, Idlib yang dikuasai Jihadis.

Sementara itu, juru bicara departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus menyampaikan, laporan insiden terakhir mencerminkan sebuah pola serangan yang terdokumentasi kepada sipil dan infrastruktur oleh pasukan Rusia dan Suriah.

"Kami meminta Rusia dan rezim Assad menyelesaikan konflik ini melalui proses politik yang difasilitasi PBB untuk menghentikan perang di area sipil," kata Morgan.

Tindakan ofensif di Idlib telah dilancarkan  Presiden Suriah,  Bashar al-Assad sejak  April. Wilayah itu merupakan rumah bagi tiga juta orang yang masih berada di bawah kendali Al-Qaeda.

TAGS : Perang Dunia Pemerintahan Suriah Sekutu Rusia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :