Jum'at, 13/12/2019 12:24 WIB

Pameran Pangan Lokal dan Respons Anak Milenial

Sejak di buka Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo pada Sabtu (2/11), pameran yang berdiri di atas tanah 4.550m² sudah dikunjungi 37.677 orang.

Gapura hari pangan sedunia (Foto:Supi/Jurnas.com)

Kendari, Jurnas.com - Pameran Pangan yang kaya akan produk makanan di Nusantara jadi salah satu rangkaian acara pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sejak di buka Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo pada Sabtu (2/11), pameran yang berdiri di atas tanah 4.550m² sudah dikunjungi 37.677 orang.

"Kami mencatat pengunjung kami kemarin sekitar 37.677 orang, dari pagi hingga jam 10 malam. Ini angka yang cukup besar," kata Manager Operasional EO Feraco, Siswono kepada Jurnas.com, Minggu (3/11).

Kemudian di hari kedua, lanjut Siswono, pengunjung berkisar 15 ribu orang. Jumlahnya agak menurun dari hari pertama karena beberapa pengunjug melaksanakan ibadah.

Melihat antusiasnya masyarakat, Siswono menargetnya keuntungan dari pameran tersebut bisa malampaui transaksi pameran yang sama digelar di Kalimantan Selatan tahun lalu, yaitu Rp11 miliar.

"Kalau saya optimistis dengan animo masyarakat Kendari, rekor harian yang sudah luar biasa. Minimal di hari ketiga bisa melampaui transaksi di HPS tahun sebelumnya di Kalimantan Selatan," tegas Siswono.

Di era digital dengan tren pameran virtual, Siswano masih optimistis pameran pangan masih sangat menjanjikan, baik untuk edukasi maupun untuk kegiatan bisnis.

"Masyarakat kita kan tidak semua melek digital. Jadi masih ada potensi dan peluang besar. Dan yang perlu diingat, pameran seperti ini di daerah bisa jadi satu hiburan untuk masyarakat," ujar Siswono.

"Kami pernah menyelenggarakan pameran sejenis pameran telematika. Cuma kalau conjungtion-nya dengan tangan atau pertanian, yang paling mungkin adalah alsintan," tambahnya.

Salah satu mahasiswa kesehatan dari Kota Kendari, Tira mengungkapkan,  sangat senang dengan pameran pertanian. Ia mengaku tertarik mempejari potensi pertanian yang bisa diolah jadi produk yang menghasilkan dolar.

"Aku kan di kesehatan, jadi pengen cobain sesuatu yang baru. Misalnya sagu diolah jadi mie atau kakao yang selama ini hanya diolah jadi coklat. Nah, mungkin dengan inovasi bisa jadi berkembang," ujar Tira.

Dengan adanya pemaren pangan lokal kali ini, Tira berharap pertanian Kota Kendari semakin baik. Terutama penghasil sagu, semoga bisa lebih berkembang, bukan hanya di Kendari tapi juga di kanca Internasioanal.

TAGS : Pameran Pangan Kendari Sulawesi Utara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :