Senin, 16/12/2019 19:39 WIB

Informasikan Pembunuh Gajah Berhadiah RM50.000

Seekor gajah kerdil dewasa ditemukan mati ditembak dengan gadingnya hilang di sebuah perkebunan di distrik Beluran, Sabah.

Ilustrasi gajah Afrika (foto: NBC)

Jakarta, Jurnas.com – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menawarkan hadiah RM50.000 bagi siapa saja yang memberikan informasi orang yang terlibat dalam kasus kematian gajah Beluran.

Chief Executive Officer RSPO, Datuk Darrel Webber, mengatakan hadiah itu akan dikoordinasikan melalui Departemen Margasatwa Sabah.

Webber mengatakan pembunuhan terhadap satwa liar dan spesies yang dilindungi adalah gejala dari masalah yang lebih besar yang akan terus berkembang jika tidak ada pihak yang turun tangan.

Menurut Webber, perlu pendekatan menyeluruh dari pada pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah sesuai dengan kepentingan masyarakat lokal dan konservasi sumber daya.

"Kami memahami bahwa menyeimbangkan kebutuhan spesies besar yang bergerak di atas wilayah yang luas terhadap kebutuhan populasi manusia akan menjadi masalah yang menantang dan sulit," ujarnya.

Webber berharap bahwa inisiatif pemerintah negara bagian, industri dan masyarakat sipil dalam industri sawit yang berkelanjutan bisa berkontribusi mengelola populasi gajah.

"Dalam inisiatif ini terdapat identifikasi kawasan konservasi yang penting dan semoga koridor untuk migrasi gajah dapat tetap terbuka atau dibuka kembali," kata Webber.

Sebelumnya diberitakan pada Minggu 20 Oktober seekor gajah kerdil dewasa ditemukan mati ditembak dengan gadingnya hilang di sebuah perkebunan di distrik Beluran, Sabah.

Gajah itu mengalami beberapa luka tembak, lebih sedikit dari gajah yang ditemukan mati dengan 70 tembakan di pantai timur Tawau pada 25 September.

Petugas masih berusaha memastikan penyebab kematian gajah tersebut karena luka peluru yang ditemukan pada bangkai itu tampaknya tidak berakibat fatal. (Anadolu)

TAGS : Datuk Darrel Webber Satwa Dilindungi Hewan Gajah Kekerasan Hewan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :