Sabtu, 23/11/2019 07:00 WIB

Konsisten Bersama Jokowi, PKB Singgung Calon Menteri

Sangat wajar dan memang semestinya PKB menyinggung kabinet, karena PKB adalah partai yang konsisten pengusung Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

Ketu DPW PKB Jawa Tengah, Yusuf Chudlori (IST)

Semarang, Jurnas.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai menyinggung komposisi kabinet yang akan disusun Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin setelah pelantikan pada 20 Oktober 2019.

Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pesantren KH M Yusuf Chudlori menegaskan, PKB selalu siap untuk diajak bicara tentang komposisi kabinet dan menyiapkan kader terbaik untuk duduk di kursi Menteri.

"Sangat wajar dan memang semestinya PKB menyinggung kabinet, karena PKB adalah partai yang konsisten pengusung Jokowi dan KH Ma’ruf Amin sejak awal," ujar Gus Yusuf di sela Diskusi dan Bedah UU Pesantren bersama para Kiai di Kantor PW NU Jateng, Minggu (13/10/2019).

Menurut Gus Yusuf, PKB adalah faktor penentu kemenangan Jokowi - Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu, Khususnya di wilayah Jateng dan Jatim.

"Dalam koalisi itu, PKB tidak hanya sebatas pengusung, tetapi sangat terasa struktur dan caleg-caleg PKB bergerak masif untuk memenangkan Pasangan Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf," jelas Gus Yusuf.

Ia menegaskan, kerja keras PKB saat Pilpres juga ditunjukkan oleh Jaringan Perempuan NU yang dikonsolidasi Waketum PKB Ibu Ida Fauziyah. Hal ini juga sudah diakui oleh para pengamat politik, dengan membandingkan hasil Pilgub Jateng 2018.

Dalam pandangan Gus Yusuf, PKB juga berperan menangkal terhadap isu-isu yang menimpa Jokowi saat Pilpres. Bahkan partai besutan Abdul Muhaimin Iskandar ini membukakan ruang lebar-lebar kepada Jokowi untuk datang ke pondok-pondok pesantren. Hal itu sangat penting karena secara otomatis bisa menangkal isu-isu negatif saat Pilpres.

"Seperti kita tahu, menjelang pilpres suasana pembelahan masyarakat sangat terasa, bahkan menjurus perpecahan dengan isu sara dan ras. Nah, dengan hadir di Pondok Pesantren saja, secara otomatis menepis Isu negatif yang menimpa Pak Jokowi," jelas Gus Yusuf.

Lebih dari itu, Gus Yusuf juga mengingatkan bagaimana kiai-kiai PKB tak pernah lelah mengangkat sosok Jokowi dalam setiap pengajian. Juga memaparkan prestasinya serta menangkal isu-isu negatif.

"Saya kira Pak Jokowi paham akan ini," tegas Gus Yusuf.

Hasil Rekapitulasi KPU untuk Pilpres di Jawa Tengah, Jokowi - KH Ma’ruf Amin memang mendapat suara yang spektakuler. Paslon 01 ini memperoleh 16.825.511 suara atau 77,29 persen suara sah. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 4.944.447 suara atau 22,71 persen dari total suara sah.

Dengan demikian, ada selisih 11.881.064 suara antara Paslon 01 dan Paslon 02. Jika dibandingkan dengan Hasil Pemilu 2014, imbuh Gus Yusuf, jelas sangat signifikan kenaikannya di Jawa Tengah. Saat itu suara Jokowi-JK mencapai 12.959.540. Sedangkan perolehan Prabowo-Hatta, yaitu 6.485.720 suara. Selisih suara masing-masing pasangan itu mencapai 6.473.820 suara.

Soal jatah menteri untuk PKB, Gus Yusuf menjelaskan, PKB merasionalisasi dukungan kerja keras PKB dengan alokasi kursi menteri.

"Pada 2014, PKB mendapat 4 kursi. Kalau hari ini diberi 5 Menteri, saya kira wajar dan logis. Saya optimis Pak Jokowi menaruh perhatian terhadap peran PKB dan jatah Menteri untuk PKB," kata Gus Yusuf berharap.

Dia juga menyampaikan, sebaiknya partai koalisi juga diajak bicara terkait figur menteri, terutama yang merepresentasikan kader partai.
Jika PKB diberi jatah 4 - 5 menteri, tentu nama-nama figurnya atas rekomendasi Ketua Umum DPP PKB.

"Memang soal menteri adalah prerogratif presiden, tapi kalau kader partai sebaiknya merupakan rekomendasi dan perintah dari Ketua Partai. Kalau PKB ya harus atas perintah Ketum PKB Gus Muhaimin. Ini akan lebih bisa dikontrol program-program nya kelak," tandasnya.

Terakhir, Gus Yusuf tak lupa meminta agar Presiden Jokowi segera mengimplementasikan UU Pesantren. Sebab setelah ditetapkan DPR dan Pemerintah, maka menjadi ranah eksekutif (Pemerintah) untuk melaksanakan UU.

Gus Yusuf menilai Presiden Jokowi serius dalam melaksanakan UU Pesantren. Salah satu tolak ukurnya adalah dengan memilih figur Menteri Agama yang paham soal pesantren.

"Menteri Agama harus memiliki kultur dan ilmu tentang pesantren. Figurnya harus mempunyai suasana kebatinan yang pas dengan pesantren," tuntas Gus Yusuf, Ketua DPW PKB Jateng.

TAGS : PkB Kabinet UU Pesantren Menteri Agama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :