Jum'at, 05/03/2021 02:31 WIB

Usaha YKPI Jemput Bola untuk Pasien Kanker Payudara

Kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. 

Linda Agum Gumelar (tengah) | Foto: Istimewa

Jakarta, Jurnas.com - Untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pimpinan Linda Agum Gumelar bekerjasama dengan Double Tree Hotel by Hilton Jakarta menyelenggarakan Pink Ribbon Gala Dinner, Kamis malam (10/10).

Kegiatan dalam rangka bulan peduli kanker payudara internasional ini bertujuan untuk mendukung mereka yang tengah berjuang mengalahkan kanker payudara dan pentingnya membangun kesadaran masyarakat atas kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Linda menegaskan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Berdasarkan data dari RS Kanker Dharmais (RSKD) sebagai Pusat Rujukan Kanker Nasional diketahui bahwa 56 persen pasien yang ditangani oleh RSKD adalah pasien kanker payudara.

“Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan dan semakin mengusik serta memotivasi kami YKPI untuk semakin bekerja menurunkan angkat kejadian kanker payudara stadium lanjut di Indonesia,” kata Linda.

YKPI, ditambahkan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Indonesia Bersatu itu, kini fokus pada upaya-upaya preventif. Menurutnya jika pasien kanker payudara ditemukan pada stadium awal maka angka harapan hidupnya akan lebih tinggi jika dibangdingkan dengan pasien yang didiagnosis stadium lanjut.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) ke beberapa daerah hingga ke pelosok tanah air.

“Ternyata penyebaran informasi tentang kanker payudara di Indonesia belum merata, bahkan masih ada mitos-mitos di kelompok masyarakat yang mendorong maraknya pengobatan non medis. Ada juga sekelompok orang yang masih merasa malu divonis kanker payudara meski baru stadium awal dan memilih menunda pengobatan medis,” ungkap Linda. 

TAGS : Mobil Kemoterapi Kanker Payudara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :