Sabtu, 19/10/2019 06:35 WIB

Purwacaraka Diganjar Anugerah Kebudayaan 2019

Penghargaan tersebut akan diberikan dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 pada Kamis (10/10) di Istora Senayan, Jakarta.

Purwacaraka (dua dari kiri) bersama Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbud Nadjamuddin Ramly (tengah)

Jakarta, Jurnas.com - Musikus, komposer, sekaligus pencipta lagu kebangsaan kawakan, Purwacaraka mendapatkan anugerah kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), untuk kategori `Pencipta, Pelopor, dan Pembaru`.

Penghargaan tersebut akan diberikan dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 pada Kamis (10/10) di Istora Senayan, Jakarta.

"Saya rasa ini bentuk apresiasi pemerintah terhadap kebudayaan," kata Purwacaraka kepada awak media dalam sesi konferensi pers.

"Karena saya pikir kebudayaan itu menjadi penting. Kebudayaan menurut saya adalah tolak ukur peradaban yang dipresentasikan dalam bentuk kesenian," lanjut dia.

Dalam membesarkan kebudayaan, lanjut Purwacaraka, dukungan pemerintah dibutuhkan. Dia mengatakan, tanpa peran pemerintah, maka beragam kekayaan budaya yang ada tiada berarti.

"Kebudayaan kita sangat kaya, kesenian kita sangat beragam. Tentunya, dengan diadakan acara penghargaan sekaligus PKN ini luar biasa untuk saya, dan semua penerima penghargaan yang hadir sebanyak bisa hadir ini hal positif sekali.

Sementara Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbud Nadjamuddin Ramly menyampaikan, penerima Anugerah Kebudayaan 2019 diharapkan menjadi pengawal kebudayaan di Tanah Air.

Karena itu, di PKN perdana ini pemerintah telah menetapkan delapan kategori untuk total 59 penerima, yang meliputi: Gelar Tanda Kehormatan, Pencipta dan Pelopor, Pelestari, Anak dan Remaja, Maestro Seni Tradisi, Pemerintah Daerah, Komunitas, dan Perorangan Asing.

"Gelar tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia terdiri dari Bintang Mahaputra sebanyak dua orang, Bintang Budaya tiga orang, dan Satyalanca Kebudayaan delapan orang," jelas Ramly.

Sementara untuk kategori Pemerintah Daerah, kata Ramly, Kemdikbud mensyaratkan tidak adanya indikasi korupsi, dan peduli kebudayaan yang ditunjukkan dengan dukungan APBD terhadap pengembangan kebudayaan.

"Daerah yang mendapatkan nominasi diperiksa langsung oleh tim penilai, pokoknya hampir bersih dari korupsi dan APBD tinggi di bidang kebudayaan," tandas dia.

TAGS : Purwacaraka PKN 2019 Pekan Kebudayaan Nasional




TERPOPULER :