Sabtu, 19/10/2019 07:33 WIB

Pemerintah Dorong Pengembangan Hasil Riset Agar Tak Berakhir di Perpustakaan

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) terus mendorong peningkatan hasil-hasil riset anak bangsa untuk menjadi sebuah penemuan yang memiliki nilai jual

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, M Nasir didampingi Dirjen Penguatan inovasi, Jumain Appe dalam pameran I3E di JCC Jakarta, Kamis (03/10)

Jakarta, Jurnas.com – Pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) terus mendorong peningkatan hasil-hasil riset anak bangsa untuk menjadi sebuah penemuan yang memiliki nilai jual dan berguna untuk masyarakat, salah satunya melalui ajang Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) yang berlangsung di JCC, Jakarta, 3-6 Okotber 2019.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, banyak hasil penelitian dari lembaga riset maupun perguruan tinggi hanya berakhir di perpustakaan lantaran kurangnya nilai jual di pasar. Untuk itu, perlu adanya inovasi untuk mendorong agar bisa dihilirisasi dan diserap oleh pelaku industri dan investor.

“Kalau hasil penelitian berakhir di perpustakaan, maka itu akan dianggap barang yang tak bisa disentuh oleh orang, sehingga ilmunya tak berkembang. Nah karena ini kita harus kembangkan semuanya, maka perlu adanya hilirisasinya,” ujar Nasir saat membuka acara I3E 2019, di Jakarta, Kamis (03/10).

Namun dalam masa lima tahun, 2014-2019, berkat upaya pemerintah yang terus fokus pada pengembangan hasil inovasi, Indonesia mampu menghasilkan startup sebanyak 1.307. Bahkan ia menargetkan di tahun 2020-2024 bisa mengalami lonjakan yang jauh lebih besar.

“Ini yang penting kita dorong supaya nanti tahun 2020-2024 ini harus sampai tiga kali lipat berarti harus sampai diangka empat ribu sampai lima ribu. Nah kalau itu bisa, maka yang mencapai measure akan sampai diangka 150,” harapnya.

"Oleh karena itu, kita harus berjuang keras. Kita tidak bisa berhenti di sini. Ekonomi kita bisa membaik, harus lebih baik," tambahnya.

Senada dengan Nasir, Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe mengatakan, melalui I3E pemerintah mencoba untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan hasil-hasil inveksi dan inovasi dari anak-anak bangsa sehingga bisa dijadikan sebuah industri yang memiliki nilai pasar.

“Kami mempromosikan pencapaian hasil-hasil inovasi teknologi dari para wirausahan atau startup dan hasil penelitian dan pengembangan dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang diharapkan masuk di dalam pengembangan industry,” katanya.

Namun, lanjut Jumain, I3E yang kelima ini berbeda dengan pameran-pameran inovasi yang setiap tahun diadakan di daerah berbeda. Pasalnya, ajang yang berlangsung di Jakarta tersebut juga menghadirkan produk-produk inovasi industry.  

“Penyelanggaraan I3E tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun ini selain kita menyaksikan produk inovasi berbagai perusahaan berbasis teknologi, juga melaksanakan pameran yang dihasilkan oleh inovasi industri yang skalanya lebih besar daripada PBBT dan CBBT yang diharapkan lahir startup yang memiliki skala yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, kata Jumain, pengunjung juga tak hanya dari masyarakat umum dan mashasiswa, melainkan para investor juga hadir dalam pameran tersebut. “Tak hanya komunitas startup serta generasi milenial yang tertarik dengan penemuan hasil inovasi namun juga dihadiri para investor serta pelaku pembiayaan pimtek, sehingga memberikan kesempatan kepada startup dalam mengembangkan bisnisnya di masa yang akan dating,” tuturnya.

Pada peran I3E pada tahun ini menampilkan sebanyak 404 inovasi yang terdiri dari 249 hasil produk inovasi dari BPPT, 132 produk inovasi dari program pendanaan CPBT dan 23 produk inovasi dari pendanaan inovasi industri yang semuanya adalah hasil karya anak bangsa sendiri.

 

TAGS : Hasil Riset Pameran I3E




TERPOPULER :