Rabu, 18/09/2019 13:58 WIB

Dengan Daur Ulang, Tetra Pak Indonesia Menjaga Masa Depan Bangsa

Menjaga kesehatan makanan dan melindungi konsumen serta menjaga masa depan, emnjadi komitmen Tetra Pak Indonesia bersama mitranya.

Saat jumpa pers terkait menjaga lingkungan dan masyarakat sehat. (Foto : Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Sebagai sebuah perusahaan pemerosesan dan pengemasan makanan, Tetra Pak Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menerapkan prinsip circular economy yang sejalan dengan ambisi perusahaan hingga 2020 mendatang.

Di tahun 2018, Tetra Pak Indonesia bersama mitra pendaur telah mendaur ulang lebih dari 10.388 ton kemasan karton bekas minuman. Tidak hanya mengurangi dampak terhadap lingkungan, komitmen ini juga memberikan nilai ekonomis bagi para mitra usaha daur ulang.
Diterangkan Michael Wu, Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, & Indonesia, bahwa aspek keberlanjutan selalu menjadi inti dalam komitmennya untuk melindungi makanan, masyarakat, dan masa depan.

“Kami secara berkelanjutan bekerja untuk mencapai dampak lingkungan minimum di seluruh rantai pasokan. Dan kami memahami pentingnya kolaborasi jangka panjang dengan mitra-mitra kami seperti pengumpul sampah, pendaur ulang, pelanggan, pemerintah, komunitas, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menyukseskan ambisi kami dalam low carbon circular economy,” jelas Michael Wu, baru-baru ini.

Sejalan dengan ambisi perusahaan hingga 2020, Tetra Pak berkomitmen untuk meningkatkan tingkat daur ulang hingga 24% dengan mempertimbangkan berbagai pencapaian yang telah diraih.  Tetra Pak Indonesia bahkan sejak 2005 dan terus berkelanjutan pada tahun 2015 secara bersama mengembangkan infrastruktur pengumpulan yang diinisiasi bersama Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK).

Di tahun yang sama, perusahaan berhasil menjalin kerja sama dengan 3 mitra pengumpul di 3 provinsi dan 2 mitra pendaur, dengan tingkat daur ulang sebesar 7,5% (2.885 ton). Sedangkan di tahun 2016, Tetra Pak Indonesia berhasil membangun infrastruktur daur ulang polymer aluminum (polyal) dengan salah satu mitra pendaur di Tangerang dengan kapasitas 7.000 lembar atap gelombang polyal per bulan dan tingkat daur ulang sebesar 8,7% (4.382 ton).

Selanjutnya tahun 2017, perusahaan berhasil menghubungkan kembali mitra pengumpul di Jawa Barat dan total 4 mitra pengumpul dengan kenaikan tingkat daur ulang mencapai 14,7% (6.637 ton). Sampai 2018, perusahaan bersama mitra pendaur telah menambah nilai investasi untuk peningkatan kapasitas hingga 1.500 ton per bulan dan mencapai tingkat daur ulang sebesar 21,2% (10.338 ton) sekaligus meningkatkan fasilitas pemilahan mitra pengumpul.

Ditahun ini (2019), perusahaan berhasil menambah mitra pengumpul baru dan total telah ada 5 mitra pengumpul yang bertanggung jawab untuk wilayah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jabodetabek, sehingga kenaikan tingkat daur ulang diharapkan mencapai 22,5%. Target di tahun 2020 nanti, Tetra Pak Indonesia mencanangkan target tingkat daur ulang sebesar 24% dan lebih dari 13.000 ton kemasan karton bekas yang akan terdaur ulang.

“Kesuksesan Tetra Pak dalam meningkatkan kapasitas daur ulang tidak terlepas dari kolaborasi jangka panjang dengan para mitra seperti pengumpul sampah, pendaur ulang, pelanggan, masyarakat, pemerintah, komunitas, bank sampah, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Michael Wu lagi.  

Wisnu Wiguna, pemilik Leo Graha Sukses Primatama, perusahaan yang telah bermitra dengan Tetra Pak selama lebih dari 10 tahun, dengan fokus bidang usaha pada daur ulang kertas ini, memaparkan bahwa

“Kami membutuhkah kualitas serat panjang dari kemasan karton bekas minuman ini dan materi polimer aluminium (PolyAl) dalam kemasan karton minuman Tetra Pak yang berfungsi untuk memastikan aspek keamanan pangan ternyata dapat didaur ulang serta menghasilkan produk atap gelombang yang berkualitas. Selain itu juga memiliki nilai ekonomis tinggi dan diterima baik di pasaran”. Hal ini telah terbukti dapat menambah diferensiasi bidang usahanya.

TAGS : Michael Wu Daur Ulang




TERPOPULER :