Senin, 23/09/2019 13:57 WIB

Luas Tambah Tanam Padi Sumsel Optimis Capai 200.000 Hektare

Optimalisasi lahan rawa melalui Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dan percepatan luas tambah tanam (LTT) terus digenjot.

Pembuatan saluran air rawa lebak di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (28/8).

Sumatera Selatan, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin musim kemarau yang berlangsung hingga Oktober tahun ini tak mengganggu penanaman padi. Pasalnya, optimalisasi lahan rawa melalui Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dan percepatan luas tambah tanam (LTT) terus digenjot.

Demikian disampaikan Direktur Alat Mesin Pertanian (Alsintan), Andi Nur Alam Syah selaku Penanggung Jawab Program SERASI Sumsel saat melakukan tanam padi hasil Program Serasi seluas 3.350 hektar di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (5/9).

Andi Nur Alam menuturkan target LTT di Sumatera Selatan sebesar 200.000 hektar. Percepatan LTT di Kabupaten Muba hingga Oktober mendatang sebagai salah satu upaya mengejar target tersebut.

Langkah yang dilakukan yakni menambah bantuan alsintan seperti excavator dan traktor roda 4, kemudian dikerahkan bekerja optimal hingga 16 jam per hari. Percepatan LTT juga digenjot dengan menggunakan drone tanam atau tebar benih.

"Artinya tebar benih tak lagi manual sehingga secara waktu dan biaya menjadi lebih efisien. Semua tim bersinergi langsung kawal proses olah lahan dan tanam, sehingga indeks tanam juga menjadi dua hingga tiga kali setahun," tuturnya.

Selain itu, beber Andi Nur Alam, Kementan juga menyalurkan program bantuan percepatan tanam untuk skala minimum 100 hektar. Yakni membantu Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pompa, BBM untuk traktor, biaya operator traktor dan operasional gerakan.

"Semua kabupaten di Sumatera Selatan kami percepat tanam dan luasnya. Jadi tidak hanya di Kabupaten Muba. Dengan target luas tambah tanam Provinsi Sumatera Selaran 200.000 hektare musim kemarau ini, jika produktivitas padi lima ton per hektar, artinya didapat produksi padi sebanyak satu juta ton. Produksi ini kita gapai karena kita berhasil amankan produksi di musim kemarau," terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Antoni Alam mengaku optimis walau musim kemarau, produksi padi Sumatera Selatan tetap aman. Upaya yang tengah dilakukan, selain melalui Program SERASI, untuk percepatan tanam juga dari luas tambah tanam.

"Apalagi Sumatera Selatan beberapa hari lalu sudah turun hujan hingga tiga hari berturut di beberapa kabupaten. Kami segera persiapkan bantuan benih dari Ditjen Tanaman Pangan Kementan," ujarnya.

Kedua, kata Antoni, pihaknya kerja keras mengejar realisasi Program Serasi agar Oktober nanti dapat tertanam padi semua. Adapun Program Serasi menyebar di Kabupaten Banyuasin, Muba, OKi, Muara Enim dan Pali.

"Tapi sekarang sudah mulai ada yang tanam. Yang tanam sekarang akan dukung produksi 2019. Jadi kekurangan luas tanam kita kejar hingga Oktober," ujarnya.

"Di Bulan Agustus bahkan ada tanam. Lahan masyarakat yang membuka lahan secara mandiri di Rantau Bayur, Banyuasin, Oktober minggu ke tiga akan panen seluas 450 hektar. Jadi kami tegaskan musim kemarau tak mengganggu produksi padi wilayah kami," pinta Antoni.

Perlu diketahui, bantuan alsintan Kemtan mulai tahun 2017 hingga saat ini di Sumatera Selatan seperti escavator besar sebanyak 123 unit, escavator kecil 12 unit, traktor roda dua sebanyak 6.000 unit lebih, traktor roda empat sebanyak 1.300 unit.

"Ada rencana penambahan traktor roda empat sebanyak 200 unit jika target luas tambah tanam terpenuhi. Program Kementan membangun pertanian Sumatera Selatan sangat luar biasa, Pertanian kami semakin modern," tandas Antoni.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Sumatera Selatan Kementerian Pertanian Program Serasi




TERPOPULER :