Minggu, 09/08/2020 13:02 WIB

Kemegahan Tenun Tapanuli di Rooftop Pelabuhan Laut Sibolga

Keistimewaan Ulos Harungguan memiliki motif kompleks yang menggabungkan semua motif Ulos.

Koleksi Tenun Tapanuli dalam Fashion Show di Rooftop Pelabuhan Laut Sibolga (Foto: Pribadi)

Jakarta, Jurnas.com - Keindahan busana dari kain Tenun Tapanuli ditampilkan di Rooftop Terminal Pelabuhan Laut Sibolga dengan latar arsitektur yang modern serta pemandangan alam saat sunset (senja) di area dermaga dan laut lepas yang memesona.

Pagelaran Karya Kreatif Tenun Tapanuli ditujukan pula untuk mempromosikan Pelabuhan Laut Sibolga sebagai destinasi wisata di Kota Sibolga.

Ulos merupakan kain tradisional asal Tapanuli, Sumatera Utara, yang memiliki ragam jenis dan motif yang sarat makna. Ulos Harungguan disebut sebagai “Raja” Ulos di Tanah Tapanuli karena di masa lampau hanya dipakai oleh Raja dan kalangan terpandang sehingga dianggap memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jenis Ulos lain.

Keistimewaan Ulos Harungguan memiliki motif kompleks yang menggabungkan semua motif Ulos, sehingga tak ada pengulangan motif. Ulos Harungguan hanya dibuat oleh penenun di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Kain ulos yang semula terkesan kaku, berat, dan terbatas pada warna cenderung gelap dengan pewarna alam, diolah menjadi lebih ringan, lembut, dan pilihan warna lebih variatif, sehingga lebih nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya.

Kain Ulos Harungguan hasil pengembangan tersebut diaplikasikan oleh fashion designer Wignyo Rahadi dalam rangkaian koleksi bertema “Sahala” yang memadukan elemen histori dengan sentuhan modernitas sehingga mewujudkan tampilan yang baru.

Koleksi berupa 20 outfit, terdiri dari busana kontemporer dan modest wear menggunakan Ulos Harungguan dalam pilihan warna cerah dan gelap yang berpadu harmonis, serta dikombinasikan dengan tenun ATBM motif Ulos sodum, full bintik, dan lurik. Ulos Harungguan kombinasi tenun ATBM ragam corak dituangkan dalam varian blouse, outer, celana, longdress, hingga longcoat bergaya modern.

Ditampilkan pula selendang Ulos yang menciptakan gaya klasik kontemporer. Koleksi “Sahala” rancangan Wignyo Rahadi yang menggunakan Ulos Harungguan ditampilkan dalam acara Pagelaran Karya Kreatif Kain Tenun Tapanuli.

Melalui Pagelaran Karya Kreatif Tenun Tapanuli Wignyo Rahadi menampilkan keindahan kain Ulos dalam bentuk busana siap pakai (ready to wear) diharapkan dapat turut mendorong sentra kain Ulos sebagai industri fashion.

Dengan mengangkat kultur tradisi dan sentuhan modern sehingga memiliki daya pakai lebih tinggi, kain ulos dapat terus dilestarikan lintas zaman dan generasi, dan dapat diperkenalkan ke masyarakat lebih luas, tidak terbatas masyarakat Tapanuli, bahkan di negara lain.

"Dengan begitu dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin kain Ulos,” imbuh Wignyo yang sebelumnya pernah mengembangkan selendang Ulos motif Ragidup dan meraih penghargaan World Craft Council Award of Excellence for Handicrafts in South-East Asia and South Asia 2014.

TAGS : Tenun Tapanuli Ulos Harungguan Fashion Show




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :