Rabu, 02/12/2020 20:00 WIB

Israel-Lebanon Memanas, PBB Minta Kedua Negara Tak Gegabah

Ssrangan drone Israel memungkinkan Lebanon menggunakan haknya untuk mempertahankan kedaulatannya.

Logo PBB (Foto: Beapeacekeeper)

News York, Jurnas.com - Menyusul pernyataan Presiden Lebanon, Michel Aoun bahwa pelanggaran udara Israel baru-baru ini terhadap Beirut sama dengan deklarasi perang, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak kedua pihak untuk tidak gegabah.

Pernyataan yang dilontarkan Aoun pada Senin (26/8), sehari setelah pesawat tak berawak Israel menabrak atap gedung pusat media Hizbullah dan menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas tersebut. Drone Israel menyerang wilayah Bakka di Lebanon dekat perbatasan dengan Suriah.

Aoun mengatakan serangan itu memungkinkan Lebanon menggunakan haknya untuk mempertahankan kedaulatannya.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan badan dunia menyerukan semua pihak menahan diri, baik dalam aksi maupun retorika.

"Sangat penting bagi semua negara menghindari eskalasi dan mematuhi resolusi Dewan Keamanan yang relevan," katanya.

Aoun juga mengatakan serangan Tel Aviv melanggar resolusi PBB yang mengakhiri perang rezim Israel tahun 2006 di negaranya.

Perang itu menewaskan sekitar 1.200 orang Lebanon, dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur negara itu. Rezim Israel telah melancarkan agresi militer besar lain terhadap negara itu pada tahun 2000.

Hizbullah memainkan peran penting dalam mempertahankan Lebanon selama kedua perang.

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Seyyed Hassan Nasrallah yang mengeluarkan peringatan setelah insiden itu, mengatakan, pihaknya akan bertindak, mulai saat itu, untuk turun melampaui pesawat tanpa awak Israel.

Dengan meningkatkan serangan pesawat tak berawak, Nasrallah mengatakan, rezim berusaha untuk mengembalikan Libanon ke keadaan sebelum tahun 2006, merujuk pada menjelang Perang 33-Hari tahun itu.

"Kami dalam perlawanan Islam tidak akan membiarkan peristiwa semacam itu terjadi berapapun harganya," kata kepala Hizbullah itu.

"Waktu ketika pesawat-pesawat Israel akan datang dan mengebom tempat tertentu di Lebanon dan entitas ini (Israel) tetap aman dan di tempat ... kali ini telah berakhir," sambungnya.

TAGS : Hizbullah Lebanon Drone Israel Michel Aoun Stephane Dujarric




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :