Kamis, 19/09/2019 00:53 WIB

2020, Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Kebijakan Fiskal

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Jokowi, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. 

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam sidang bersama DPD dan DPR RI di gedung parlemen , Jumat (16/08)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal pada 2020 untuk meningkatkan perekonomian tanah air.

"Tiga strategi kebijakan fiskal, yaitu: memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal," ujar Jokowi dalam pembacaan laporan RAPBN di sidang bersama DPD-DPR RI di gedung Nusantara, Jumat (16/08).

Sejalan dengan hal tersebut, menurut mantan walikota Solo itu, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur.

"Ini sebagai wujud dari komitmen Pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman," katanya.

Selain itu, lanjut Jokowi, sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, yaitu : Pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population. Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global.

"Dengan fokus pada lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter kebijakan fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76% dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 triliun. Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp 2.528,8 triliun," tuturnya.

 

TAGS : Sidang Tahunan MPR Presiden Jokowi Kebijakan Fiskal




TERPOPULER :