Minggu, 20/10/2019 13:24 WIB

Jangan Lupa Makan Serat Usai Makan Daging

Asupan serat makanan di Indonesia direkomendasikan 10-13 gram / hari dalam 1000 kkal dan 25-30 gram dalam 2.100 kalori. 

Ilustrasi makanan sehat

Jurnas.com - Data tahun 2014 menunjukkan penyebab kematian tertinggi adalah diabetes, stroke dan pembuluh darah. Ketiga penyakit ini termasuk penyakit kronis, yaitu penyakit yang timbul perlahan-lahan yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.

Penyebab penyakit tidak menular adalah gaya hidup tidak sehat. Sementara obesitas adalah fenomena dunia modern yang diet tinggi lemak dan kalori serta hidup kurang gerak.

Di Indonesia, kasus obesitas tahun 2013 mencapai 17,7 persen atau naik dari 13,9 persen di tahun 2007. Pada perempuan, kasus obesitas di tahun 2007 baru 14 persen namun di tahun 2013 mencapai 32 persen.

Obesitas adalah awal berbagai penyakit kronik, kebanyakan obesitas sentral (lemak perut) menyebabkan inflamasi dan insulin sensitivitas berakhir pada diabetes.

Lemak viseral atau lemak perut, adalah sumber peradangan dan menambah berbagai masalah kesehatan dan penyakit kronis.

Selain penyakit jantung dan diabetes, penyakit kronis yang terkait dengan obesitas yakni apnea tidur, sakit pinggul, GERD (asam lambung naik), hipertensi, nyeri lutut atau osteoarthritis dan sebagainya.

Obesitas dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Caranya dengan makan sehat, cukup minum udara, mengurangi stres dan olahraga yang cukup.

Terkait gaya hidup diet yang sehat, serat memiliki peran yang besar. Dalam tumpeng gizi, serat yang banyak terkandung pada buah dan sayur ada di tingkat kedua untuk porsi yang harus diperbanyak setelah disimpan. Dalam sehari minimal 4-5 porsi buah dan sayur.

Asupan serat makanan di Indonesia direkomendasikan 10-13 gram / hari dalam 1000 kkal dan 25-30 gram dalam 2.100 kalori. Ada dua jenis serat yaitu serat yang terlarut dan tidak terlarut di udara.

Cara kerja serat adalah sumber serat untuk dihancurkan seperti susu kental sebelum masuk ke usus halus untuk diserap sari-sari makanan. Jika tidak ada serat, semua akan diserap termasuk kolesterol. Jika ada serat maka kolesterol akan diikat oleh serat sehingga tidak akan diserap usus halus. Serat lewat sisa makan akan masuk ke usus besar untuk dibuang.

Fungsi serat adalah mengenyangkan dan menggantikan rasa lapar, mengikat kolesterol, dan melancarkan proses pembuangan air besar dan menyeimbangkan kadar gula.

Makanan kaya gula sangat cepat mningkatkan kadar gula, berbeda dengan serat di mana kadar gula akan naik dengan cepat tidak mudah lapar dan gula darah lebih stabil sehingga mencegah diabetes dalam jangka panjang.

Porsi yang direkomendasikan 3-4 porsi untuk sayuran dan 2-3 porsi buah dalam sehari. Porsi sayuran dapat lauk makan berat atau selingan (waktu camilan). Serat juga kaya vitamin dan mineral.

Larangan dan sayur kaya vitamin A dan C. Fungsi vitamin A selain untuk kesehatan mata juga memperbaiki mukosa dan epitel seluruh tubuh termasuk di kulit dan saluran cerna tubuh. Vitamin C adalah antioksidan kuat untukmenangkal radikal bebas, sumber kerusakan jaringan yang menyebabkan penyakit dan penuaan dini.

Sayur dan buah banyak direkomendasikan berbagai jenis makanan. Konsumen sebenarnya yang tidak mengonsumsi buah dan sayur di Indonesia sangat tinggi mencapai 93,5 persen. Berharap hanya 6,5 persen yang rutin mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari. Demikian pula pada anak-anak. 

TAGS : Makanan Serat Penyakit Tidak Menular




TERPOPULER :