Kamis, 26/11/2020 07:50 WIB

Ajak Mahasiswa Menabung, Menristekdikti Sebut Potensi Dana Rp8 Triliun

Mohamad Nasir menyebut terdapat potensi dana perbankan sebesar Rp8 triliun, jika setiap mahasiswa menabung setidaknya Rp1-2 juta per bulannya.

Ilustrasi menabung.(Foto : Beauty Journal Sociolla)

Jakarta, Jurnas.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut terdapat potensi dana perbankan sebesar Rp8 triliun, jika setiap mahasiswa menabung setidaknya Rp1-2 juta per bulannya.

Pasalnya, saat ini jumlah mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi sebesar 8 juta. Jumlah ini dianggap memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia, baik dari segi jumlah populasi, karakter, tingkat literasi, serta inklusi keuangan.

“Mahasiswa sangat potensial berkontribusi membantu perekonomian Indonesia. Karena itu, kami mengajak mahasiswa untuk aktif menabung, berapapun jumlahnya. Jika setiap mahasiswa menabung paling tidak Rp1-2 juta tiap bulannya, maka ada sekitar Rp8 triliun dana di perbankan,” kata Menristekdikti di Auditorium BPPT Jakarta, pada Selasa (30/7).

Upaya pemerintah mendorong mahasiswa untuk menabung pada dasarnya bukan barang baru. Sebelumnya, beasiswa yang diberikan pemerintah kerap kali dicairkan melalui tabungan.

Sedangkan jauh-jauh hari sebelumnya pernah ada program Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas), yang menjadi tren menabung anak muda di era 1980-an.

“Nah ini harus kita galakkan kembali. Berapa jumlah yang ditabungkan, ini akan bisa berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang lebih besar lagi,” terang Nasir.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Dia mengungkapkan, melalui Program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), telah dibuka 11.052 rekening dengan nominal Rp12,4 miliar, dengan menyasar segmen pemuda.

Selain itu, dia mengatakan bahwa OJK secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil, serta edukasi hak-hak konsumen.

TAGS : Menabung Mohamad Nasir Inklusi Keuangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :