Minggu, 17/11/2019 04:31 WIB

PBB: NATO Bunuh Sipil Lebih Banyak dari Taliban

Jumlah warga sipil yang tewas di Afganistan pada paruh pertama 2019, lebih banyak disebabkan oleh NATO dibandingkan militer Taliban dan gerilyawan lainnya

Kelompok Taliban

Kabul, Jurnas.com - Jumlah warga sipil yang tewas di Afganistan pada paruh pertama 2019, lebih banyak disebabkan oleh NATO dibandingkan militer Taliban dan gerilyawan lainnya. Demikian laporan yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (30/7).

Dikutip dari Associated Press, sebagian besar korban sipil ditimbulkan selama operasi Afganistan dan NATO terhadap pemberontak, seperti serangan udara dan serangan malam hari di tempat persembunyian militan.

Laporan misi PBB di Afganistan juga melaporkan, 403 warga sipil tewas oleh pasukan Afganistan dan 314 lainnya oleh pasukan internasional, dengan total 717 korban jiwa.

Jumlah itu lebih besar dibandingkan 531 korban yang terbunuh oleh Taliban, afiliasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), dan militan lain di periode yang sama.

Sebelumnya, Taliban menolak seruan gencatan senjata selagi pembicaraan dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri perang 18 tahun. Sementara itu, afiliasi Negara Islam telah meluncurkan serangan yang menargetkan pasukan keamanan dan juga Syiah minoritas.

Tidak ada komentar segera dari pemerintah Kabul, militer Afghanistan dari pasukan koalisi internasional tentang laporan PBB.

Sementara Amerika Serikat (AS) secara resmi mengakhiri misi tempurnya di Afghanistan pada 2014, tapi masih memberikan dukungan udara luas dan dukungan lain kepada pasukan lokal yang memerangi kedua kelompok.

"Para pihak yang terlibat konflik dapat memberikan penjelasan yang berbeda untuk tren terbaru, masing-masing dirancang untuk membenarkan taktik militer mereka sendiri," kata Richard Bennett, kepala hak asasi manusia dari Misi Bantuan PBB di Afghanistan.

Laporan itu menyebutkan kematian dan cedera warga sipil turun seperempat dari Januari hingga Juni 2019, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu, ketika korban berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Korban sipil yang disebabkan oleh pemberontak turun 43 persen.

TAGS : PBB NATO Afganistan Taliban




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :