Selasa, 07/04/2020 10:16 WIB

UN Women: Jangan Anggap Normal Beauty Bullying!

Hingga kini fenomena beauty bullying kian terinternalisasi dan menganggap hal itu sebagai sebagai sesuatu yang normal.

Lily Puspasari, Programme Management Specialist UN Women (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Bullying sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan, termasuk di media sosial, seringkali luput dari perhatian dan dianggap sebagai suatu hal yang biasa.

Untuk itu, UN Women ingin mengajak seluruh pihak untuk melakukan aksi untuk menghentikan normalisasi atas tindakan kekerasan, serta
menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan yang memungkinkan bagi mereka untuk meraih potensi seutuhnya dan berkontribusi bagi kehidupan bermasyarakat.

Programme Management Specialist UN Women Lily Puspasari mengatakan di seluruh dunia, perempuan terus mengalami kekerasan, terlepas dari tingkat pendidikan, status sosial, maupun usia mereka.

"Isu ini menjadi sangat general dan global penting untuk dibahas. Kebayang satu dari tiga perempuan pernah jadi korban kekerasan belum lagi yang tidak tercatat atau belum banyak datanya virtual bullying," ucapnya.

Selama ini kita mendefinisikan kekerasan ada di rumah/domestik. Tapi begitu kita melangkah ke luar sudah masuk ranah publik. Sekarang kita tidak kemana-mana aja sudah jadi korban hanya karena aktif di social media. Siapa pun kita tidak berhak dibully, atas dasar apapun juga, bahkan ke tingkat yang paling ekstrim.

Menurut Lily ada tiga peran dalam soal bullying:

1. Yang membully
2. Yang dibully
3. Yang diam saja/harus speak up, silent tidak berlaku dalam ranah ini.

Lily masih melihat fenomena beauty bullying kian terinternalisasi dan menganggap itu sebagai hal yang normal padahak efeknya bisa bikin rasa tidak percaya diri karena selalu mengikuti jadi bayangan.

"Kita harus berani speak up, stop normalizing, bisa berbuat lewat platform apapun buat mencegah beauty bullying," pungkasnya.

TAGS : Media Sosial Efek Negatif Beauty Bullying




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :