Selasa, 07/04/2020 09:33 WIB

Mengenal Beauty Bullying yang Sering Dialami Perempuan

Permasalahan social beauty bullying kerap menghantui para perempuan terutama bagi yang aktif di ruang media sosial.

Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog Klinis (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Beauty bullying merupakan bentuk bullying yang kerap dialami perempuan Indonesia baik secara verbal maupun melalui media sosial.

Permasalahan ini kerap menghantui para perempuan terutama di ruang media sosial yang biasa kita sebut dengan social beauty bullying.

Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia.

Ironisnya, tindakan tersebut kerap kali datang dari sesama perempuan, baik dari keluarga, kerabat, rekan sekantor ataupun teman yang dapat mempengaruhi sisi psikologis dari perempuan tersebut.

Hal ini turut diyakini oleh Nuran Abdat, M.Psi, yang mengatakan perilaku social beauty bullying yang dilakukan oleh perempuan terhadap
perempuan lain secara online yang mengomentari penampilan seperti makeup, model rambutnya, fitur fisik, dan lain-lain.

"Social beauty bullying menjadi tindakan agresif yang dilakukan oleh individu lalu membuat komen yg respon dirasakan secara intimidatif. Ada yang sifatnya pakai fisik, verbal, relational bullying, dan cyber bullying. Ada dua ranah, perilaku agresif yg dia memberikan komentar bentuknya tidak langsung tapi lewat social media (Instagram/twitter),"
ucap Psikolog Klinis dari Brawijaya Healthcare ini di Jakarta, Senin (29/7)

Mirisnya, lanjut Nuran, tindakan itu mostly dilakukan dari perempuan untuk perempuan, harusnya kan supporting each other tapi yang terjadi kok sebaliknya. Ketika ditelisik nasuk ke ranah patriarki, kita tidak terbiasa dididik soal kompetensi dan value diri. Dan akhirnya dipahami sebagai persaingan negatif, menjadi upaya unjuk gigi sebagai persaingan.

"Sebab dari dulu kan kita sudah terbiasa memendam banyak hal yang dirasakan, lalu tak ada media untuk menyampaikan. Sementara sekarang kan sudah ada wadahnya, lebih leluasa untuk menunjukkan eksistensi atau agresivitas," imbuhnya.

TAGS : Beauty Bullying Media Sosial




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :