Senin, 14/10/2019 06:02 WIB

Inggris Mengutuk Serangan Mengerikan di Idlib

Inggris mengatakan 50 orang tewas dalam serangan terhadap pasar di Maarat Al Numan dan Saraqeb

Anggota pertahanan sipil Suriah, yang dikenal sebagai White Helmets, membawa seorang tandu yang ditarik keluar dari puing-puing bangunan yang runtuh setelah serangan udara yang dilaporkan oleh pasukan pro-rezim terhadap Maaret al-Numan di provinsi barat laut Idlib di Suriah. pada 23 Juli 2019. AFP

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Inggris telah mengutuk serangan mengerikan terhadap warga sipil di provinsi barat laut Suriah, Idlib, Senin, dengan lebih dari 50 orang tewas di kota Maarat Al Numan dan Saraqeb.

Utusan khusus Inggris untuk Suriah, Dr Martin Longden, mengatakan serangan terhadap pasar mengakibatkan salah satu hari paling mematikan dalam serangan berbulan-bulan oleh rezim Suriah dan sekutunya terhadap provinsi Idlib.

Daerah yang dikuasai pemberontak adalah salah satu kantong terakhir yang tersisa di bawah kendali para pejuang yang menentang rezim Presiden Bashar Al Assad.

"Kami mengutuk serangan ini dan pelakunya," kata Dr Longden dilansir The National.

“Kami terus meminta Rusia dan rezim di Dewan Keamanan PBB untuk menjelaskan serangan berulang terhadap infrastruktur sipil seperti rumah sakit dan sekolah, semua tempat di mana warga sipil harus aman," tambahnya.

"Kami belum menerima penjelasan yang memadai atau masuk akal."

Lebih dari 24 minggu, Damaskus dan sekutu Rusia-nya telah secara teratur membom sekolah, rumah sakit dan bangunan sipil lainnya di Idlib.

Serangan itu telah menimbulkan protes dari komunitas internasional dan para aktivis.

Pemberontak di Idlib, banyak dari mereka bersekutu dengan faksi garis keras, telah mengusir serangan darat di daerah itu.

Pada saat yang sama, lebih dari 650 warga sipil tewas dalam baku tembak dan 330.000 terpaksa mengungsi dari rumah mereka, kata PBB.

Inggris telah memperbarui seruannya untuk gencatan senjata di Idlib.

Pertempuran di provinsi tersebut telah membuat perjanjian September 2018 hancur untuk menciptakan daerah demiliterisasi yang dipelihara oleh Turki dan Rusia.

“Kami terus meminta para pihak dalam konflik untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional,” kata Dr Longden. "Gencatan senjata harus dipulihkan untuk mencegah penderitaan lebih lanjut."

Turki, yang dianggap oleh banyak warga sipil di Idlib sebagai pelindung mereka, mengatakan terserah Rusia untuk menghentikan serangan, lapor Reuters.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa pesawat tempurnya tidak terlibat dalam serangan terhadap Maarat Al Numan atau Saraqeb, atau dalam serangan mendadak baru-baru ini terhadap Idlib.

TAGS : Serangan Idlib Inggris




TERPOPULER :