Sabtu, 20/07/2019 11:56 WIB

Kebijakan Diskon Tarif LCC 50% Tak Pengaruhi Bisnis AirAsia Indonesia

AirAsia memiliki bisnis model sendiri. Selain itu, sejak awal AirAsia telah menerapkan tarif murah.

AirAsia tetap akan mempertahankan struktur tarif yang berlaku hingga saat ini meskipun ada kebijakan pemerintah memberi diskon tarif sebesar 50% bagi maskapai berbiaya murah seperti Citilink dan Lion Air.

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Kebijakan pemerintah memberi diskon tarif tiket pesawat murah atau Low Cost Carrier (LCC) untuk maskapai Citilink dan Lion Air tidak memengaruhi bisnis AirAsia Indonesia.

"AirAsia memiliki bisnis model sendiri. Selain itu, sejak awal AirAsia telah menerapkan tarif murah. Jadi tidak ada pengaruh apa pun dari kebijakan pemerintah menerapkan diskon tarif 50% untuk masakapai berbiaya murah di Indonesia," kata Bo Lingam, Deputy Group CEO Airline Business AirAsia di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (12/7/2019).

Bo mengatakan, sejak awal harga tiket AirAsia sudah di bawah 50% dari Tiket Batas Bawah dan Tiket Batas Atas (TBB-TBA). Hingga saat ini harga tersebut terus bertahan. Sehingga AirAsia tidak ikut gonjang-ganjing kondisi harga tiket di Indonesia.

"Bahkan selama 6 bulan terakhir penjualan tiket pesawat AirAsia melalui situs kami naik hingga 50%," kata Audrey Progastama Petryni, Group Head of Communications AirAsia menambahkan.

Menurut Bo, meski ada kebijakan diskon tarif tiket LCC sebebasr 50%, namun hingga saat ini manajemen AirAsia belum berpikir untuk merubah struktur tarif tiket. AirAsia justeru sedang fokus mengembangkan rute domestik. Salah satunya adalah membuka rute ke Jakarta, Bali, dan Yogyakarta dengan Lombok sebagai hub.

"Pangsa pasar internasional AirAsia memang lebih banyak ketimbang domestik. Tetapi tahun ini kami mulai fokus membuka rute-rute domestik, terutama di wilayah Indonesia Timur," kata Bo.

Untuk mendukung rencana tersebut, AirAsia akan mendatangkan 5 pesawat setiap tahun ke Indonesia. Meskipun demikian AirAsia masih tetap  setia hanya menggunakan satu jenis pesawat yaitu Airbus dengan berbagai tipe.

Pemilihan terhadap satu jenis pesawat ini merupakan bagian dari efisiensi AirAsia,  sehingga mampu memberikan harga tiket yang lebih murah.

"Utilisasi pesawat AirAsia juga sangat tinggi. Setiap pesawat bisa terbang hingga 12 kali per hari," kata Audrey.

Berbagai kebijakan tersebut membuat AirAsia merajai bisnis penerbangan LCC selama 11 tahun ini di berbagai negara seperti Malaysia, Indonesia, Philipina, Vietnam, Thailand, India, dan Jepang.

"Pangsa pasar LCC di Indonesia sendiri merupakan ketiga terbesar setelah di Malaysia, dan Thailand," tutur Audrey.

TAGS : AirAsia LCC tarif murah




TERPOPULER :