Jum'at, 23/08/2019 20:06 WIB

Fenomena Good Posting, Manusia Butuh Pengakuan di Dunia Maya

Muncul anggapan jika postingan kita di media sosial belum tentu mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya. Benarkah demikian?

Ilustrasi media sosial

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena good posting di media sosial ternyata ada kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang. Meski di dunia maya sekalipun seseorang butuh pengakuan dan eksistensi.

Menurut Psikolog Nuzulia Rahma terkait keyakinan seseorang bahwa energi positif akan menularkan energi positif sehingga orang melakukan good posting.

Kebutuhan akan pengakuan, pujian dan penghargaan. Nah, kebutuhan ini membuat orang melakukan apa yang diharapkan oleh lingkungan. Kebutuhan dianggap sebagai orang baik dan positif person

"Bisa jadi kita termasuk salah satu tipe ini atau semua tipe menjadi bagian hidup. Tipe yang nomer dua juga sering dialami tapi jarang disadari. Namun bila seseorang itu rajin melakukan perenungan, mindfulness, meditasi, atau sejenisnya maka ia akan dapat menyadari ada juga unsur unsur ini dalam dirinya," jelas Lia saat dihubungi Jurnas.com.

Tak heran jika pada akhirnya muncul anggapan jika postingan kita di media sosial belum tentu mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya.

Menurut Lia, apa yang muncul di media sosial memang belum tentu mencerminkan keadaan orang yang sesungguhnya.

Bisa jadi karena beberapa hal yakni:

1. Orang tersebut tidak puas dengan kehidupan dirinya di dunia nyata dan ingin memiliki kehidupan yang berbeda atau menjadi orang yang berbeda sehingga apa yang ditampilkannya berbeda.

2. Orang tersebut seorang public figure atau seorang pengusaha sehingga memiliki keperluan untuk menampilkan hanya yang baik saja di hadapan public atau untuk menaikkan brand dagangannya, baik berupa barang atau jasa

Untuk itu, dalam memanage media sosial menurut Lia sebaiknya digunakan seperlunya, tidak berlebihan. Jika berlebihan kita dapat lupa pada kenyataan dunia yang sebenarnya.

Sesuatu yang berlebihan tetaplah tidak baik. Berlebihan hal hal negatif sudah pasti tidak akan baik, namun berlebihan pada hal positif juga bisa menjadi tidak baik karena kita pun butuh hal hal yang negatif untuk memahami diri dan dunia ini.

Ada hal positif dan negatif itulah yang membuat manusia semakin bijak. Bukan hanya yang positif saja yang membuat manusia menjadi baik dan
bijak.

"Dengan hal negatif kita belajar mengolah rasa, belajar menerima kenyataan, belajar saling memahami. Dan belajar penuh cinta pada diri sendiri dan orang lain," ucapnya.

TAGS : Media Sosial Good Posting




TERPOPULER :