Minggu, 21/07/2019 09:07 WIB

Anak Kecanduan Media Sosial, Orang Tua Resah

Peran orang tua dalam tumbuh kembang mental anak sangat penting, karena media sosial bisa berdampak pada depresi si anak. 

Ilustrasi media sosial

Jakarta, Jurnas.com - Zaman sekarang seluruh aktivitas sudah terintegrasi dan tekoneksi dengan media sosial cepat. Seperti memungkinkan membuat akun, para pengguna hanya perlu membuat satu media sosial dan dapat mengoneksikan secara otomatis akun media sosial lainnya.

Hal ini membuat para anak dapat dengan mudah mengakses media sosial melalui gadget orang tua atau miliknya sendiri. Memang gadget menjadi kebutuhan, tetapi orang tua tidak bisa bebas memberikan gadget dan media sosial untuk anak.

Banyak orang tua saat ini membuat akun media sosial untuk lahir sejak lahir untuk mengabadikan momen bersama anak atau langsung membuat anak menjadi eksis di dunia maya dengan memiliki banyak pengikut.

Saat anak sudah mulai mulai mengerti dan melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya, anak akan cepat tanggap dan mendukung apa yang dilakukan orang tuanya dengan cepat. Terutama saat teman sepermainannya menggunakan media sosial yang sama, anak akan lebih cepat menggunakan media sosial tanpa harus didukung oleh orang tuanya.

Hal ini menjadi masalah besar bagi anak, anak yang tidak disukai oleh orang tua akan kecanduan media sosial dan seluruh aktivitasnya akan lebih banyak dilakukan di media sosial daripada bermain dengan teman, keluarga, atau kedua orang tuanya.

Sebelum anak kecanduan media sosial, ada orang tua yang menggantikan menggunakan media sosial anak yang membuat aturan-aturan khusus yang disampaikan oleh pakar psikolog keluarga, Tara de Thouars, BA, M.Psi.

“Sebenarnya media sosial kita tidak bisa menentang waktu tertentu, idealnya untuk anak-anak tidak lebih dari 2 jam sehari. Namun kadang-kadang karena orang tua juga pakai, kita tidak bisa memakai. Yang paling penting adalah jika bisa dilakukan selama mungkin untuk menyediakan gadget kepada anak, karena anak harus memiliki itu harus saya akan lebih berusaha untuk dikontrol. Jadi kalau mau, pinjam punya orang tuanya itu akan lebih mudah untuk dikontrol, ”ucap Tara.

Peran orang tua dalam tumbuh kembang mental anak penting, karena media sosial bisa berdampak pada depresi. Jika anak terlalu sering mengakses media sosial dan anak yang tidak memiliki mental yang kuat akan mudah menerima.

Contohnya seperti saat anak-anak melihat di media sosial ada pengunjung yang memposting jalan-jalan keluar negeri, membeli barang-barang bermerek, makan dan minum mewah, dan foto sosialita bersama teman-teman. Anak yang tidak kuat mental akan merasa dirinya tidak sempurna apa yang dilihat oleh dirinya. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan sosial anak dan menuntut lebih kepada orang tuanya.

Sebelum anak memperbaiki masalah mental, ada orang tua yang membuat komitmen terlebih dahulu kepada anak. Seperti menguatkan dan menguatkan mental anak dengan kasih sayang dan pengertian, memenangkan anak dengan hal-hal kecil yang paling disetujui oleh dirinya, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. 

TAGS : Media Sosial Kecanduan Gadget




TERPOPULER :