Senin, 14/10/2019 05:54 WIB

Intervensi Gizi untuk Balita Kurus dan Sangat Kurus

RUTF menggunakan bahan makanan lokal terbukti dapat diterima khususnya keluarga yang mempunyai balita kurus dan sangat kurus.

Ilustrasi balita kurus

Jakarta, Jurnas.com - Intervensi gizi dengan Formula Ready to Use Therapeutic Foof (RUTF) dapat menurunkan kejadian balita kurus secara bermakna sebesar 36 persen dan sangat kurus sebesar 58 persen.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil penelitian Profesor Riset Bidang Makanan dan Gizi Dr. Astuti Lamid, MCN tentang Pengembangan Formula Ready To Use Therapeutic Food (Rutf) Untuk Penanganan Balita Wasting Di Puskesmas.

RUTF merupakan makanan pemulihan untuk balita sangat kurus (wasting) yang berupa makanan padat, bentuk pasta diperkaya dengan zat gizi berupa vitamin dan mineral. RUTF digunakan dalam program perawatan, baik rawat inap atau rawat jalan, dan untuk balita yang datang ke pusat pelayanan kesehatan.

Astuti mengatakan RUTF telah digunakan di Malawi, Afrika, India dan negara lainnya untuk menanggulangi balita sangat kurus.

“Intervensi dengan RUTF dapat menurunkan kejadian balita kurus secara bermakna sebesar 36 persen dan sangat kurus sebesar 58 persen. Keunggulan lain RUTF dibandingkan Formula-100 adalah, satu, mengurangi efek pelarutan dengan air sehingga mengurangi risiko tercemar mikroorganisme; dua, zat gizi lengkap karena diperkaya dengan vitamin dan mineral; tiga, merupakan makanan instan yang tidak memerlukan preparasi, tahan terhadap pertumbuhan mikroorganisme, dan dapat disimpan lama; empat, densitas energi lebih tinggi dari pada Formula-100,” katanya.

Uji efikasi RUTF dilakukan untuk menilai efektivitas pemberian RUTF lokal dalam meningkatkan asupan gizi, status gizi, dan kesehatan balita sangat kurus. Satu paket RUTF lokal per 100 gram diujikan kepada balita sangat kurus di Kabupaten Bogor dan Subang. Setelah 3 bulan terjadi kenaikan status gizi yang signifikan.

Efektivitas RUTF lebih baik dibandingkan Formula100 dalam meningkatkan asupan zat gizi balita sangat kurus. Pengujian dilakukan dengan pemberian RUTF dan Formula-100, hampir semua asupan zat gizi (Energi, Protein, Vitamin A, Besi dan Zinc) dari RUTF dan Formula-100 pada awalnya kurang dari 70% AKG, namun pada akhir penelitian asupan zat gizi meningkat melebihi 100% AKG untuk zat gizi dari RUTF.

“Dilihat dari rerata asupan vitamin A dan besi, kelompok RUTF lebih tinggi asupannya secara signifikan dibandingkan dengan kelompok Formula-100. Dari aspek penyakit yang dialami balita sangat kurus, penyakit yang dominan diderita adalah ISPA. Penurunan kasus ISPA terbanyak pada kelompok RUTF,” kata Astuti.

Kepatuhan mengonsumsi formula makanan baik Formula-100 dan RUTF lokal hampir sama sekitar 50%- 60%. Keunggulan RUTF lokal yang lain adalah cara pemberiannya praktis tidak perlu diseduh dengan air panas. Beberapa penelitian di negara Afrika menunjukkan RUTF berhasil memulihkan status gizi balita kurus maupun balita sangat kurus.

RUTF yang menggunakan bahan makanan lokal terbukti dapat diterima masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai balita kurus dan sangat kurus. RUTF lokal ini telah didaftarkan dengan pendaftaran paten Nomor P00201201133: Makanan Terapi Siap Santap (KcHijauNut dan Tempe-Nut) untuk penderita gizi buruk dan proses pembuatannya dengan tanggal pendaftaran 6-12-2012.

TAGS : Intervensi Gizi Balita Kurus




TERPOPULER :