Minggu, 16/06/2019 07:33 WIB

Kementan: Market Project Dekatkan Peternak dengan Konsumen

MarkPRO merupakan salah satu upaya mendekatkan peternak dengan konsumen.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita (Foto: Kementan)

Bogor, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melaunching MarkPro Gerakan Memandirikan Peternak Rakyat, dengan `Peningkatan konsumsi protein hewani wujudkan SDM Indonesia lebih baik’ di Bogor, Rabu (22/5).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan I Ketut Diaramita mengungkapkan, MarkPRO merupakan salah satu upaya mendekatkan peternak dengan konsumen, sehingga peternak dapat menentukan margin price sesuai dengan biaya produksi sedangkan konsumen dapat memperoleh harga yang realistis.

Selain itu, MarkPro dapat sebagai embrio dari saluran pemasaran baru bagi peternak untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen, dimana produk yang dijual dapat berupa semua produk peternakan serta produk olahannya.

"Ini menjadi peluang bagi para UMKM atau Unit Pengolah Hasil Peternakan untuk mengembangkan diri mempromosikan dan memperkuat jalur marketing-nya,” ujar Ketut.

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya pada acara launching MarkPro itu menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan MarkPro untuk memotong rantai pasok pangan asal hewan.

Hal ini seiring dengan penduduk Kota Bogor yang memerlukan ketersediaan produk asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), untuk penguatan pemenuhan kebutuhan gizi protein hewani yang cukup tinggi.

Lebih lanjut Bima menyampaikan harapannya agar MarkPro dapat berkelanjutan. Dengan demikian rantai pasok dari tingkat peternak hingga konsumen dapat terjaga.

"Tidak hanya menguntungkan bagi kesejahteraan peternak, namun juga meningkatkan asupan gizi masyarakat dalam mendukung keuntungan bonus demografi," jelas Bima.

Direktur pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementan, Fini Murfiani, mengatakan, pelaksanaan kegiatan MarkPro ini tidak hanya dilakukan di Kota Bogor, namun juga akan dilaksanakan di kabupaten dan kota lainnya.

Fini menjelaskan, daging ayam dan telur yang dijual di MarkPro yang diselenggarakan di Kota Bogor tersebut, disupply dari peternak di wilayah Bogor.

"Ayam dipotong di RPU yang telah memiliki sertifikat NKV dan fasilitas rantai dingin sehingga keamanan dan kualitas nya terjamin," ungkapnya.

Menurut Fini, pada acara tersebut peternak berkesempatan memasarkan produknya yang berupa daging ayam broiler sebanyak 4.200 ekor karkas ayam dingin segar, 2.100 kg telur, serta produk lainnya.

Disamping itu juga turut berpartisipasi tujuh Industri Pengolahan Susu (IPS), yang menyediakan susu gratis ataupun bazar produk susu. Ketujuh IPS tersebut adalah PT. Indolakto, PT. Frisian Flag Indonesia, PT. Industri Susu Alam Murni, PT. Fonterra Brands Indonesia, PT. Sari Husada, PT. Cisarua Mountain Dairy, dan PT Greenfields Indonesia.

Fini berharap melalui kegiatan tersebut selain dapat menjadi stimulasi peningkatan kemandirian peternak dalam pemasaran produk pangan asal ternak, juga mendorong timbulnya inovasi-inovasi baru produk olahan pangan yang menarik bagi konsumen, sehat dan bermutu.

TAGS : Market Project Pangan Hewani I Ketut Diarmita




TERPOPULER :