Sabtu, 24/08/2019 01:08 WIB

Indonesia Bantu Suriname Kembangkan Perbankan Syariah

Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname.

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Suriname, Y.M. Yldiz Deborahdi Paramaribo, Suriname, Senin (20/5).

Paramaribo, Jurnas.com - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Suriname melakukan pertemuan bilateral di Paramaribo, Suriname, Senin (20/5). Dalam pertemuan tersebut kedua negara sepakat perkuat kemitraan ekonomi.

"Indonesia dan Suriname sepakat untuk perkuat kerja sama ekonomi," ujar Mentri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Suriname, Y.M. Yldiz Deborah.

Dalam kunjungan kali pertama dalam 26 terakhir itu dan merupakan kunjungan kerja penuh, Menlu Retno juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Suriname, Y. M. Desire Delano Bouterse.

Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname. Suku bangsa dan bahasa Jawa merupakan salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup di Suriname.

"Dengan bekal dan hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini, menjadi sangat alami bagi Indonesia dan Suriname untuk memperkokoh hubungan bilateral di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan pembangunan," tegas Menlu Retno.

Beberapa area kerja sama ekonomi yang didorong untuk diperkuat antara lain pembangunan infrastruktur, pertambangan, energi, pengembangan perbankan Syariah, dan peternakan, khususnya inseminasi buatan.

"Indonesia sampaikan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Suriname, termasuk proyek-proyek yang mendapat pembiayaan dari Islamic Development Bank," jelas Menlu Retno.

Dalam upaya memanfaatkan berbagai peluang yang ada, delegasi bisnis Indonesia juga telah lakukan kunjungan ke Suriname pada Maret 2019. Beberapa area kerja sama yang mendapat perhatian delegasi bisnis Indonesia, antara lain di bidang pertambangan emas, pembangunan perkotaan, pembangunan solar panel untuk perumahan.

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk membantu Suriname dalam mengembangkan perbankan Syariah. Bank Indonesia telah mengirimkan tim ke Suriname guna memberikan pelatihan regulasi dan pengawasan perbankan syariah.

"Kerja sama di bidang perbankan syariah merupakan salah satu potensi kerja sama, dalam konteks ini, Bank Mandiri Syariah telah mendukung upaya peningkatan kapasitas di bidang risk management dan accounting syariah," tegas Menlu Retno.

Di bidang peternakan, Indonesia juga telah menyampaikan komitmen untuk melakukan kerja sama inseminasi buatan ternak dalam rangka kerja sama South-South Triagular Cooperation, melalui Reverse Linkage dari Islamic Development Bank. Draft Technical Agreement menurut rencana akan ditandatangani pada paruh pertama 2019.

TAGS : Suriname Hubungan Bilateral Perbankan Syariah Kementerian Luar Negeri




TERPOPULER :