Rabu, 02/12/2020 16:22 WIB

Universitas YARSI Siapkan Lulusan Hadapi Era Industri 4.0

Menurut Fasli ada beberapa hal yang disiapkan dalam menghadapi era industri 4.0 yaitu mampu berfikir kritis dan menyelesaikan masalah

Universitas YARSI menyelenggarakan Wisuda Semester Genap tahun akademik 2018-2019 pada hari Sabtu, tanggal 27 April 2019, bertempat di Auditorium Ar-Rahman, Menara YARSI, Jl. Let.Jend. Suprapto Kav.13, Cempaka Putih-Jakarta Pusat.

Jakarta, Jurnas.com - Universitas YARSl kembali menyelenggarakan wisuda semester genap tahun akademik 2018-2019 dengan lulusan sarjana sebanyak 348 wisudawan/wisudawati di Auditorium Ar-Rahman, Kampus YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (27/04).

Dengan wisuda kali ini mengukuhkan lulusan sarjana dari PerguruanTinggi Islam Swasta (PTIS) ternama ini dengan jumlah komunitas alumninya mencapai 9.511orang untuk Indonesia dan diaspora di beberapa negara.

Rektor Universitas YARSI, yakni Prof.dr. H. Fasli Jalal, PhD berharap semua lulusan Universitas YARSI dapat menjadi seorang insan yang memiliki ciri intelektual dan sikap Islami seutuhnya demi terciptanya generasi muda yang hebat dan unggul untuk menyongsong era industri 4.0.

"Nilai-nilai yang dimiliki Universitas YARSI, berupa pendidikan untuk mencerdaskan, penelitian untuk pemecahan masalah, pengabdian untuk kesejahteraan umat, semuanya dilaksanakan berdasarkan Agama Islam dan tetap mampu mempertahankan ciri khas kebhinekaan," kata Fasli Jalal.

Menurut Fasli ada beberapa hal yang disiapkan dalam menghadapi era industri 4.0 yaitu mampu berfikir kritis dan menyelesaikan masalah (Critical thinking and problem solving), menjadi orang yang kreatif (Creativity) mampu berkomunikasi dalam semua dimensinya, termasuk komunikasi lintas budaya, agama, dan bangsa (Communication); dan mampu bekerjasama dalam berbagai kelompok dan berbagai penugasan (Collaboration).

"Kita harus percaya diri bahwa sebagai lulusan Universitas YARSI kita siap, In Shaa Allah, dalam menghadapi perubahan yang dahsyat ini karena kita akan selalu siap untuk belajar dan menjadi pembelajar sepanjang hayat (Lifelong learner)," ujarnya.

"Sebagai lulusan dari sebuah perguruan tinggi Islam maka bekerja, baik sebagai wirausaha (entrepreneur) maupun bekerja dengan orang lain, adalah ibadah," lanjutnya.

Selain itu, lanjut Fasli, YARSI ke depannya akan membekali lulusannya dengan Surat Pendamping Ijazah (SPI, yang berupa porfolio data mahasiswa selama belajar empat tahun lamanya. Hal itu berfungsi untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

"SPI itu berisi data-data aktivitas alumnus seperti keorganisasian, keterlibatan dalam kepanitiaan, beserta potensi-potensi dan skill yang dimiliki," lanjut Fasli.

Di antaranya wisudawan yang berjumlah 384 itu terdiri dari Fakultas Kedokteran sebanyak 182 lulusan, wisudawan Fakultas Hukum berjumlah 32 lulusan, wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis berjumlah 53 lulusan, wisudawan Fakultas Teknologi Informasi berjumlah 34 lulusan, wisudawan Fakultas Psikologi 12 lulusan, wisudawan Fakultas Kedokteran Gigi 33 lulusan, dan wisudawan dari Sekolah Pascasarjana berjumlah 2 lulusan.

Sementara itu, pada wisuda yang mengangkat tema “Peran Intelektual Islami Menyongsong Revolusi Industri 4.0”, ini tercatat 7 wisudawan terbaik mewakili program studinya, antara lain Lufthi Fahreza (Fakultas Kedokteran), Syifa Aprilla Giarda (Fakultas Hukum), Maulana Rudy Pratama (Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Prodi Manajemen), Anifah Yuni Setyarini (Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Prodi Akuntansi), Fathe Hibatulwafi (Fakultas Teknologi Informasi-Prodi Ilmu Perpustakaan), Azizah Sakha (Fakultas Psikologi), dan Nadya Raudillah Puteri (Fakultas Kedokteran Gigi).

Saat ini Universitas YARSI memiliki program studi yang sudah terakreditasi, Baik Akreditasi A dan Akreditasi B dari Badan Akreditas Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, untuk Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Kedokteran mendapatkan Akreditasi A, setingkat dengan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri ternama, seperti Universitas Indonesia Universitas Gadjah Mada dan Universitas Andalas.

Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas YARSI juga merupakan sedikit dari Program Studi Ilmu Perpustakaan di Indonesia yang sudah memiliki Akreditasi A. Target ke depan dari Universitas YARSI adalah seluruh program studi mendapatkan Akreditasi A, sehingga peluang Perguruan Tinggi untuk memperoleh Akreditasi A semakin terbuka lebar.

 

TAGS : Universitas Yarsi Era Industri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :