Senin, 27/05/2019 08:23 WIB

"Yansa" Ketika Dua Brand Lokal Berkolaborasi

Lebaran tahun ini brand lokal Cottonink membuka kesempatan kolaborasi dengan Ria Miranda.

Brand lokal Cottonink kali ini memberi persembahan spesial berkolaborasi dengan fashion desainer modest Indonesia Ria Miranda (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia telah dicanangkan akan menjadi kiblat fashion muslim di dunia pada 2020, seiring produsen dan pasar busana muslim di tanah air dinilai sangat prospektif dan potensial. Tak hanya di dalam negeri, pasar busana muslim Indonesia pun sudah melanglang buana hingga ke luar negeri.

Pada 2015, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor fashion busana muslim Indonesia berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor mencapai US$7,18 miliar setelah Turki yang mencapai US$14 miliar dan Bangladesh US$22 miliar.

Tentu hal ini merupakan kabar baik dan menjadi peluang bagi para pelaku dan pecinta industri busana muslim untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas busana muslim agar lebih bersaing.

Berdasar pencapaian itu, Tahun ini brand lokal Cottonink pun membuka kesempatan kolaborasi dengan Ria Miranda untuk mengeluarkan koleksi Hari Raya dan saya sangat excited untuk kolaborasi ini bertajuk Yansa.

Creative Director Cottonink Carline Darjanto mengatakan selain karena kolaborator mereka adalah seorang fashion designer yang berpengaruh di industri modest fashion Indonesia, Carline juga sangat excited karena kolaborasi ini boleh dibilang cukup berbeda dan unik dari koleksi Cottonink biasanya.

Ria Sarwono, Brand and Marketing Director Cottonink menambahkan ada tantangan tersendiri ketika harus menyatukan karakter dari dua brand yang cukup kuat: Ria Miranda dengan gayanya feminin nan modest dan Cottonink dengan signature desainnya yang selalu konsisten dengan gaya
casual.

"Namun kami percaya, koleksi ini bisa membawa angin segar bagi customer Cottonink yang menginginkan pakaian Hari Raya yang lebih festivo namun tetap santai," imbuh Ria Sarwono.

Lalu mengapa Cottonink yang dipilih Ria Miranda? "Aku memang sudah tahu lama cottonink karena sama-sama di IFF, sudah saling tahu. Dan aku juga suka beli brand cottonink khususnya yang basicnya. Selama ini aku banyak sama e-commerce atau butik muslim. Dan salah satu brand lokal pertama yang langsung ada di pikiran saat itu cottonink," ungkap Ria Miranda.

Ria mengatakan ketika menyatukan dua ide yang jadi best seller ya memang lumayan serius dan lama. "Tantangan, customer berbeda-beda, bisa diaplikasikan bersama tetapi ada sentuhan RM. Ada Embroidery dan drapery. Aku jarang pakai bahan katun, selama ini pakai viscose atau rayon," ucapnya.

TAGS : Brand Lokal Koleksi Lebaran




TERPOPULER :