Senin, 18/01/2021 01:48 WIB

Kasus Novel, KPK Desak Presiden Jokowi Bentuk TGPF Independen

Wadah pegawai KPK mengajak seluruh warga negara untuk mendukung Presiden Jokowi segera membentuk TGPF independen terkait teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan

Jakarta - Wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak seluruh warga negara untuk mendukung Presiden Jokowi segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen terkait teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap mengatakan, sejumlah teror terhadap KPK khususnya kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang hingga saat ini belum dapat dituntaskan.

"Untuk itulah hari ini apapun pilihan politikmu, mari berkumpul di KPK untuk mendukung Presiden berani membentuk TGPF Independen agar teror terhadap KPK berhenti. Kemudian, teror sebelumnya belum tertangkap siapa pelakunya," kata Yudi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4).

Yudi menegaskan, pemberantasan korupsi merupakan impian seluruh rakyat Indonesia. Mengingat, rakyat sudah muak dengan pejabat-pejabatnya yang korup dan merampas uang rakyat untuk kekayaan pribadi.

"Sehingga rakyat menjadi miskin, terlantar, dan tidak mendapatkan akses yang layak untuk pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan," tegasnya.

Atas dasar itu, Wadah Pegawai KPK bersama Koalisi Masyarakat Sipil melaksanakan rangkaian peringatan dua tahun percobaan pembunuhan terhadap penyidik senior Novel Baswedan.

Rangkaian acara diawali dengan aksi bersama yang dimeriahkan dengan penampilan musik, mimbar bebas dan orasi dari berbagai elemen masyarakat mulai dari gerakan mahasiswa hingga aktivis buruh, termasuk deklarasi anti teror terhadap pemberantasan korupsi oleh tokoh-tokoh nasional.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan dialog budaya untuk mendorong penuntasan kasus Novel Baswedan yang dipimpin oleh Cak Nun bersama Novel Baswedan serta dimeriahkan musikalisasi puisi oleh Najwa Sihab.

"Aksi ini didukung oleh berbagai elemen tanpa mempersoalkan afiliasi terhadap pilihan presiden karena memang aksi ini bukan untuk tujuan politik tertentu," terangnya.

TAGS : Kasus Novel Baswedan Teror KPK Presiden Jokowi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :