Rabu, 24/04/2019 19:40 WIB

Menteri Puspayoga: Koperasi di Indonesia Harus Besar Seperti di Negara Lain

Pada layanan konvensional aset tumbuh 4,12 persen dari Rp 6,4 triliun naik menjadi  Rp 6,69 triliun. Simpanan sebesar Rp 4,7 triliun dari tahun 2017 yang besarnya Rp 5,7 triliun. Adapun pinjaman tumbuh 0,8 persen dari Rp 3,91 triliun tahun 2017 menjadi Rp 3,94 triliun.  

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam Jasa ke 45 Tahun Buku 2018 di Gedung Djunaid Convention Center Pekalongan. Sabtu (16/3/2019).

Pekalongan, Jurnas.com - Koperasi di Indonesia harus tumbuh dan berkembang menjadi koperasi besar seperti di negara-negara lain.  Untuk itu,  Kementerian Koperasi dan UKM akan mendukung dengan regulasi yang memberi kemudahan menjalankan usaha bagi koperasi.  

"Pemerintah membuka peluang sebesar-besarnya bagi koperasi bisa besar seperti di negara lain," kata Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT)  ke-45 Kospin Jasa di Pekalongan,  Sabtu (16/3). Dalam RAT tersebut juga hadir Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz dan sejumlah pengurus koperasi dari Forum Komunikasi Besar Indonesia.

Puspayoga mengemukakan sejumlah  seperti di New Zealand,  Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Korea menjadi koperasi masuk dalam jajaran perusahaan terbesar di negaranya. 

Karena itu, ia meminta koperasi-koperasi  memberi masukan kepada pemerintah hal-hal yang diperlukan untuk menyusun regulasi terbaik bagi koperasi. 

"Jangan lagi koperasi kecil-kecil terus,  koperasi sama dengan PT harus bisa besar. Tetapi,  besarnya koperasi itu adalah bersama-sama dengan anggota, " kata Menteri.  

Ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan koperasi sudah dilakukan sejak awal pemerintahan tahun 2014. Hal itu terlihat dari naiknya PDB koperasi dari 1,71 persen pada 2014 menjadi 4,48 persen tahun 2017.  Presiden Jokowi pada Hari Koperasi 2018, juga telah menegaskan koperasi harus besar. 

"Pemerintah hadir dalam memberi regulasi untuk memudahkan koperasi menjalankan usahanya dan dapat berkembang seperti di negara lain, " kata Puspayoga.

Menteri mengatakan Kospin Jasa menjadi salah satu contoh koperasi yang berhasil menjadi besar.  Kospin Jasa juga telah menjadi tiga koperasi besar di Indonesia yang menyalurkan KUR.  Artinya, Kospin Jasa sudah setara bank karena penyalur KUR harus memenuhi Sistem Layanan Informasi Keuangan dari OJK.  

Puspayoga secara khusus mengapresiasi Kospin Jasa yang meski target-target kinerja tahun 2018 tidak tercapai tetapi memberikan SHU bagi anggota melebihi target. 


*Hadapi Tantangan*

Sementara itu,  Ketua Pengurus Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid mengatakan sepanjang tahun 2018, Kospin jasa menghadapi banyak tantangan. 

Tantangan tersebut adalah kondisi ekonomi nasional sedang mengalami perlambatan,   Pilkada tahun 2018,  bencana alam diberbagai daerah yang juga menjadi kantor layanan Kospin Jasa, serta perkembangan ekonomi global yang sempat membuat nilai rupiah merosot. 

Faktor-faktor tersebut membuat kinerja keuangan Kospin Jasa tahun buku 2018 tidak mencapai target walau tetap mengalami pertumbuhan.  

Pada layanan konvensional aset tumbuh 4,12 persen dari Rp 6,4 triliun naik menjadi  Rp 6,69 triliun. Simpanan sebesar Rp 4,7 triliun dari tahun 2017 yang besarnya Rp 5,7 triliun. Adapun pinjaman tumbuh 0,8 persen dari Rp 3,91 triliun tahun 2017 menjadi Rp 3,94 triliun.  

Kinerja layanan syariah terdiri dari aset mencapai Rp 1,61 triliun naik 4,81 persen dari Rp 1,53 triliun tahun 2017. Simpanan  tahun 2018 mencapai Rp 1,56 triliun  naik dari Rp 1,489 triliun tahun 2017 atau tumbuh 4,9 persen.   Pembiayaan tumbuh 5,36 persen dari Rp 1,51 triliun menjadi Rp 1,59 triliun.  

"Meski target secara umum tidak tercapai,  kami berhasil mencapai SHU yang lebih tinggi untuk tahun 2018," kata Andi.

Tahun 2017, SHU yang dibagikan sebesar 13 persen dan tahun 2018 menjadi 17,8 persen atau Rp 35 miliar.  Naiknya SHU tersebut didorong berbagai efisiensi biaya yang diterapkan koperasi.  

Andi optimistis kinerja keuangan Kospin Jasa tahun 2019 akan mengalami peningkatan. Hanya saja pertumbuhan terjadi jika Pilpres dan Pemilu tahun ini berjalan lancar.  

"Kami menargetkan aset kumulatif Kospin Jasa tumbuh menjadi Rp 9,3 triliun," kata Andi.  

Ditengah situasi ekonomi yang tidak menentu,  Andi mengatakan partisipasi dan loyalitas anggota menjadi sumber ketahanan dan eksistensi Kospin Jasa.(***)

TAGS : Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga




TERPOPULER :