Rabu, 22/05/2019 21:38 WIB

Bahaya yang Mengintai Si Perut Buncit

Perut yang membuncit tidak memberi manfaat apa-apa pada kesehatan tubuh.

Ilustrasi obesitas

Jurnas.com - Obesitas alias kegemukan memang memberikan banyak masalah pada tubuh. Apalagi bila lemak yang menumpuk terfokus di bagian perut. Selain jadi tidak menarik, si perut buncit juga diintai oleh banyak penyakit.

Perut buncit adalah istilah untuk menggambarkan lemak berlebih yang terdapat di perut. Perut yang membuncit tidak memberi manfaat apa-apa pada kesehatan tubuh.

Sebagian besar perut buncit merupakan dampak dari berat badan yang berlebih, tapi ada juga penyebab lain, yaitu otot perut yang lemah, postur tubuh yang buruk, terlalu banyak minum alkohol, stres dan kelebihan hormon.

Perut buncit juga bisa menunjukkan adanya masalah gastrointestinal (pencernaan), seperti sembelit, sindrom iritasi usus, penyakit radang usus dan gastroparesis, yaitu jenis kerusakan saraf yang mempengaruhi perut.

Jika lemak sudah menumpuk di perut tubuh tidak lagi menyebarkan kelebihan lemak ke seluruh bagian tubuh. Lemak yang suka `berkumpul` di perut adalah lemak visceral atau intra-abdomen, yaitu lemak yang berhubungan dengan kolesterol tinggi, insulin tinggi, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi dan masalah lainnya.

Berikut beberapa penyakit yang mengintai si pemilik perut buncit, seperti dilansir Dailyhealthpost;

1. Penurunan fungsi paru

Tahun lalu, tim peneliti Finlandia menemukan bahwa lingkar pinggang yang besar berkaitan dengan penurunan volume dan fungsi paru-paru. Seiring waktu, penurunan fungsi paru ini dapat menyebabkan penyempitan saluran nafas dan penyakit paru-paru kronis seperti asma pada akhirnya.

2. Degenerasi arteri

Studi lain di tahun 2012 menemukan hubungan yang signifikan antara obesitas perut dan tingginya insiden arthrosclerosis dan kekakuan arteri. Para peneliti mempelajari individu dengan obesitas abdominal (perut buncit) dan obesitas umum, serta individu yang sehat, dan menemukan bahwa untuk setiap kenaikan 0,1 dalam rasio lingkar pinggang, semakin masalah arteri memburuk.

Kecenderungan ini terutama terjadi pada orang dengan kelebihan lemak perut. Degenerasi arteri dapat menyebabkan stroke dan berbagai penyakit jantung.

3. Gula darah terganggu

Lemak visceral, lemak yang ditemukan pada perut buncit, menghasilkan sejumlah hormon yang dapat mendatangkan malapetaka pada sistem metabolisme. Hormon ini dapat memicu perubahan pada reseptor insulin dalam tubuh, yang membuat insulin mulai menjadi kurang efektif dalam membantu mengatur gula darah. Hal ini, tentu saja salah satu penyebab utama diabetes.

4. Dementia dan alzheimer

Apa yang terjadi pada usus dapat memiliki efek besar pada otak. Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa rasio pinggang-pinggul, serta adanya lemak visceral abdomen, dikaitkan dengan volume otak yang rendah.

Volume otak yang rendah pada gilirannya telah dikaitkan dengan demensia (pikun) umum dan juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi pada penyakit Alzheimer.

5. Kolesterol tinggi

Lemak visceral dapat berubah menjadi asam lemak bebas oleh tubuh, yang menghasilkan produksi LDL (juga dikenal sebagai kolesterol jahat) dan trigliserida. Selain itu, asam lemak bebas juga mengurangi tingkat tubuh HDL (juga dikenal sebagai kolesterol baik).

Seiring dengan hubungan obesitas perut dengan degenerasi arteri, kolesterol berlebih yang terkait dengan lemak perut merupakan badai yang sempurna untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan stroke.

TAGS : Perut Buncit Bahaya Obesitas




TERPOPULER :