Rabu, 20/11/2019 23:54 WIB

Alumni LPDP Sulawesi Barat Dorong Edukasi Anak Sejak Usia Dini

Setelah sukses menginspirasi pelajar SMA di seluruh Indonesia 2018 lalu, penerima beasiswa (awardee) LPDP melalui Mata Garuda Sulawesi Barat tahun ini kembali mengadakan program Massive Action untuk kali kedua. Massive Action 2019 adalah bagian dari rangkaian acara Sarasehan LPDP

Massive Action untuk kali kedua yang diselenggarakan pada Senin (25/02) di Ruang Pola Kenator Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Polewali Mandar - Setelah sukses menginspirasi pelajar SMA di seluruh Indonesia 2018 lalu, penerima beasiswa (awardee) LPDP melalui Mata Garuda Sulawesi Barat tahun ini kembali mengadakan program Massive Action untuk kali kedua yang diselenggarakan pada Senin (25/02) di Ruang Pola Kenator Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Massive Action 2019 merupakan bagian dari rangkaian acara Sarasehan LPDP, sebuah gelaran tahunan sebagai wadah bagi seluruh insan LPDP untuk mengembangkan potensi dan bersinergi dalam membangun Indonesia. Sejak awal diluncurkan pada 2013, saat ini tercatat ada 20.255 awardee LPDP untuk program magister, doktoral, dokter spesialis, dan tesis baik dalam maupun luar negeri.

Agenda Massive Action  yang bertajuk “Kami Kembali Untuk Mengabdi” mengusung tiga tema khusus, yaitu gaya hidup hemat dan sehat, gerakan anti sampah plastik dan pengenalan ragam profesi.

Jika target tahun lalu peserta dari siswa-siswi SMA/MA/SMK sederajat, maka tahun ini Massive Action akan menyasar 27 ribu anak usia Sekolah Dasar (SD) di 250 titik yang tersebar di 27 provinsi, salah satunya di Sulawesi Barat.

Pemerintah Daerah Polewali Mandar dalam hal ini Bupati Polman yang diwakili oleh staf ahli bidang hukum dan politik, Dr. Sarja menyatakan, pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan siswa. Siswa siswi harus terus didorong untuk terus bercita-cita setinggi mungkin. Selain itu, peran dari seorang guru sangat dibutuhkan dalam proses perkembangan peserta didik.

"Seorang guru harus bisa menjadi pendamping yang terus mendorong anak-anak dalam proses belajar," kata Sarja.

Menanggapi hal tersebut, Mata Garuda Sulawesi Barat yang diwakili oleh Abd. Karim, S.Pd., M.Hum, selaku ketua MG Sulbar berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan daerah khususnya Polewali Mandar.

"Massive action merupakan gerakan sekian yang telah dilakukan oleh MG Sulbar. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik untuk massive action selanjutnya, tentu saja dengan konsep yang berbeda tetapi tujuan yang sama yakni menanamkan kesadaran kepada generasi Sulawesi Barat terhadap pendidikan," ujar Karim. 

Menurutnya, konsep “Kelas Inspriasi” merupakan dasar pelaksanaan massive action. Awarde, alumni dan volunter menyajikan beberapa materi yakni, perilaku hidup sehat dan hemat, gerakan sadar sampah plastik dan pengenalan profesi kepada siswa/siswi sekolah dasar.

"Kegiatan tersebut memberikan tantangan kepada siswa untuk menuliskan cita-cita mereka dan menjawab pertanyaan, `jika kamu menjadi presiden, apa yang akan kamu lakukan`. Jawaban yang cukup menarik dari salah satu siswa yakni saya akan membangun bandara. Selain itu salah satu jawaban yang cukup berbeda ketika dilontarkan pertanyaan cita-cita adalah, Hanif ingin menjadi ustadz," tambahnya.   

Sesi perilaku hidup sehat dan hemat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa makna dari makan seimbang (bukan lagi empat sehat lima sempurna). Selain itu, pada sesi materi gerakan sadar sampah, salah satu alumni LPDP Jumriani, S.Pd., M.Pd, menjelaskan, pemanfaatan (Eco Brick) sampah menjadi hiasan yang menarik. 

"Pemanfaatan sampah dalam model tersebut membuat sampah memiliki nilai guna kehidupan masyarakat dengan kata lain sampah tidak lagi menjadi barang yang merugikan tetapi juga memiliki manfaat," tutur Jumriani.

Awarde dan Alumni LPDP berharap Output dari kegiatan ini memberikan gambaran kepada generasi Sulawesi Barat akan pentingnya makanan seimbang, pengelolaan sampah dan profesi untuk masa depan mereka.

Profesi yang dikenalkan oleh para Tallent tidak hanya profesi yang familiar bagi mereka seperti polisi, tentara, dokter, guru dan lain sebagainya, tetapi juga Pekerja Pembersih Kota (Pasukan Orange), Dokter Hewan dan Pemadam Kebakaran. Ketiga profesi tersebut agaknya tidak lazim bagi siswa karena mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Mahyudin sebagai Pasukan Orange, Siti Khadija Hardianti sebagai dokter hewan dan Jumriani sebagai pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Polewali Mandar menegaskan, gerakan ini sangat penting bagi anak pada tingkat SD. Dinas Pendidikan juga berkomitmen akan terus mendukung gerakan serupa untuk membangun generasi emas bangsa di Sulawesi Barat khususnya di Kab. Polewali Mandar.

"Menyambut komitmen tersebut Mata Garuda Sulawesi Barat siap menjadi jawaban dari segala permasalahan di daerah karena kami kembali untuk mengabdi," tandasnya. 

 

TAGS : Alumni LPDP Sulawesi Barat Pendidikan Dini




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :