Minggu, 17/11/2019 04:56 WIB

Remaja ISIS Kaget Kewarganegaraannya Dicabut Kerajaan Inggris

Kini perempuan berusia 19 tahun tersebut sedang mempertimbangkan untuk menetap di Belanda, negara asal suaminya.

Ilustrasi wanita kenakan cadar

London, Jurnas.com - Seorang remaja Inggris yang bergabung dengan kelompok teror Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah, Shamima Begum mengaku terkejut dengan keputusan pemerintah, yang mencabut kewarganegaraannya.

Kini perempuan berusia 19 tahun tersebut sedang mempertimbangkan untuk menetap di Belanda, negara asal suaminya.

Shamima yang melakukan perjalanan ke Suriah pada 2015, saat ini ingin kembali ke Inggris setelah melahirkan di kamp pengungsi di Suriah pekan lalu. Dikutip dari AFP, dia mengatakan bahwa keputusan kerajaan tersebut “tidak adil”.

“Saya sedikit terkejut,” kata Shamima.

“Sedikit mengecewakan dan membuat frustrasi. Aku merasa diperlakukan tidak adil dan anakku (juga),” imbuh dia.

Shamima menyebut ada laternatif untuk mengajukan kewarganegaraan di Belanda, negara asal suami sekaligus ayah dari anaknya yang baru lahir.

Suami Shamima juga seorang pejuang ISIS, yang diyakini ditahan oleh pasukan Kurdi di Suriah. “Mungkin aku bisa meminta kewarganegaraan di Belanda. Jika dia dikirim kembali ke penjara di Belanda, aku bisa menunggunya di penjara,” lanjut Shamima.

Nasib Begum telah memicu kontroversi sejak dia dan dua temannya meninggalkan rumah di London timur, untuk bergabung dengan kelompok teror empat tahun lalu, saat berusia 15 tahun.

Kasus ini menyoroti dilema yang dihadapi banyak negara Eropa, apakah mengizinkan jihadis dan simpatisan ISIS pulang untuk menghadapi penuntutan, atau melarang mereka atas masalah keamanan.

TAGS : Shamima Begum Kelompok ISIS Remaja Inggris




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :