Sabtu, 24/08/2019 05:26 WIB

Disebut Tak Ada Panen Jagung, Menteri Amran: Jangan Sebar Hoaks

Amran menjelaskan, impor terjadi karena pemerintah mengizinkan para pengusaha besar melakukan impor gandum.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya jagung, di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/1).

Gorontalo, jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menanggapi pernyataan bahwa keluarnya rekomendasi impor jagung tanpa batas kuota karena tidak adanya panen jagung.

"Jangan sebar hoaks. Saat ini kita sedang penen jagung di Gorontalo, Sumatera, Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Amran saat panen jagung perdana seluas 1.811 di Desa Tolotio, Kecematan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (30/1).

Amran menjelaskan, impor terjadi karena pemerintah mengizinkan para pengusaha besar melakukan impor gandum untuk pakan ternak 100 ribu ton, yang kemudian tidak terealisasikan.

Alasannya, lanjut Amran, karena para pengusaha terkendala dengan persoalan nilai tukar dolar AS yang menguat. Saat itu, ada selisih harga sebesar Rp 1.000 dari nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Kondisi itulah, kata Amran, yang menyebabkan para pengusaha besar tidak dapat merealisasikan impornya. Mereka menganggap harga jagung di dalam negeri lebih murah dibanding jagung impor.

Akibatnya, kata Amran, mereka mengambil jagung kepada petani-petani kecil dengan sistem ijon, sehingga terjadi kekosongan. Padahal di sisi lain, ada 2,5 juta peternak yang harus dilindungi usahanya.

"Nah, kekosongan ini tidak boleh terjadi. Kita harus melindungi peternak. Dan kami mengambil keputusan untuk segera mengadakan impor. Ini daripada mematikan peternak 2,5 juta. Itu yang tidak boleh dibiarkan," tegas Amran.

Namun begitu, kata Amran, tidak perlu terlalu dipersoalkan. Pasalnya pemerintah sudah menyetop impor jagung sebanyak 3,5 juta ton bahkan sudah melakukan ekspor 380.000 ton.

"Pada 2017, pemerintah sudah menyetop impor jagung. Kemudian pada 2018, kita justru sudah mengekspor sebanyak 380 ribu ton. Meskipun, di ujung tahun itu ada impor 100 ribu ton. Tapi itu jumlahnya sangat sedikit. Jadi tak perlu dipersoalkan," kata Amran.

TAGS : Kabar Hoaks Impor Jagung Kementerian Pertanian Gorontalo




TERPOPULER :