Sabtu, 23/11/2019 05:27 WIB

Era 4.0, Guru Dituntut Kuasai "Cyber Pedagogy"

Guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu di kelas. Para siswa kini sudah dengan mudah memperoleh beragam pengetahuan melalui internet.

Ketua Divisi Smart Learning Center Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Dr. Ir. Richardius Eko Indrajit

Jakarta - Ketua Divisi Smart Learning Center Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Dr. Ir. Richardius Eko Indrajit menyebut ada tuntutan para guru harus menguasai ‘cyber pedagogy’, sebagai metode pembelajaran di dalam kelas.

Sebab di era Revolusi Industri 4.0, guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu di kelas. Para siswa kini sudah dengan mudah memperoleh beragam pengetahuan melalui internet.

“Guru harus punya cara untuk mengajar mereka di saat semua terbuka. Bukan lagi menjadi sumber ilmu, tapi menjadi fasilitator, coaching, teman, sahabat,” ujar Indrajit di Kantor PGRI dalam kegiatan seminar bertajuk `Envisioning The Next Industrial Revolution 5.0`, pada Kamis (24/1).

Salah satu bentuk cyber pedagogy menurut Indrajit ialah dengan menerapkan student center, di mana transfer pengetahuan lebih banyak berpusat pada siswa, ketimbang dari guru atau teacher center.

“Ada sesi pelajaran dua jam, gurunya hanya boleh bicara 10 menit,” jelasnya.

Atau, lanjut Indrajit, guru juga bisa berperan sebagai arsitek. Dengan derasnya pengetahuan yang diperoleh di internet, maka siswa perlu bimbingan guru agar mendapatkan pengetahuan yang semestinya.

“Sebab kalau tidak anak didik belajarnya dari sumber lain yang kita sendiri tidak tahu baik atau tidak,” imbuh Indrajit.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menyebut perlu ada perubahan pola pikir (mindset) pada guru, dalam menyikapi Revolusi Industri 4.0. Jika tidak demikian, maka dengan sendirinya akan tersisih oleh zaman.

“Sebenarnya semua (pengetahuan) sudah ada di internet, YouTube misalnya. Akan tetapi guru yang harus berubah mindsetnya, proses leaeningnya dapat menampilkan sumber belajar yang luas untuk pembelajaran yang menarik,” kata Unifah.

TAGS : Cyber Pedagogy Revolusi Industri Richardius Eko Indrajit




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :