Sabtu, 24/08/2019 06:00 WIB

Kematian Penumpang Pesawat Komersial Melonjak pada 2018

To70 memperkirakan tingkat kecelakaan fatal untuk penerbangan penumpang komersial sekitar 0,36 per satu juta penerbangan, atau satu kecelakaan fatal dari 3 juta penerbangan.

Pemeriksaan Puing-puing Lion Air JT610 yang hancur di Perairan Karawang, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Washington – Tingkat kematian penumpang pesawat komersial sepanjang 2018 mengalami lonjakan signifikan, setelah maskapai penerbangan seluruh dunia sukses mencatatkan nol kematian akibat kecelakaan pesawat pada tahun sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, perusahaan konsultan penerbangan Belanda To70 dan kelompok keselamatan penerbangan Aviation Safety Network pada Selasa (1/1) kemarin melaporkan ada lebih dari 500 kematian akibat kecelakaan pesawat penumpang sepanjang 2018.

Akan tetapi, dalam pernyataan keduanya, kecelakaan pesawat yang dinilai fatal tergolong masih jarang terjadi tahun lalu.

To70 memperkirakan tingkat kecelakaan fatal untuk penerbangan penumpang komersial sekitar 0,36 per satu juta penerbangan, atau satu kecelakaan fatal dari 3 juta penerbangan.

Angka tersebut, naik dari jumlah sebelumnya 0,06 per satu juta pada 2017, di atas rata-rata lima tahun terakhir sebesar 0,24 per satu juta penerbangan.

Ada 13 kematian pada 2017 dalam dua kecelakaan fatal di seluruh dunia, namun ditegaskan bahwa kedua kecelakaan tersebut berasal dari pesawat berjenis turboprop.

Dilaporkan, selama dua dekade terakhir, kematian penerbangan di seluruh dunia telah menurun. Baru-baru ini pada 2005, terdapat total 1.015 kematian di dalam penerbangan penumpang komersial di seluruh dunia, kata Aviation Safety Network.

Meskipun ada peningkatan, 2018 masih menjadi tahun teraman ketiga dalam hal jumlah kecelakaan fatal, dan yang kesembilan paling aman diukur dengan kematian.

“Jika tingkat kecelakaan tetap sama dengan sepuluh tahun yang lalu, akan ada 39 kecelakaan fatal tahun lalu,” kata kepala eksekutif Aviation Safety Network, Harro Ranter dalam sebuah pernyataan.

“Ini menunjukkan kemajuan besar dalam hal keamanan dalam dua dekade terakhir,”imbuhnya.

Pada 29 Oktober lalu, Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air menabrak Laut Jawa, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Kejadian tersebut menewaskan 189 penumpang.

Sementara pada Mei lalu, sebuah penerbangan Boeing 737-201 di Kuba jatuh tepat di luar bandara Havana, menewaskan 112 orang.

 

TAGS : Kecelakaan Pesawat Maskapai Penerbangan




TERPOPULER :