Sabtu, 14/12/2019 10:29 WIB

Komisi Persaingan Australia Usulkan Pengawasan Intensif Google dan Facebook

Pengawasan ekstra dibenarkan untuk memastikan para pengiklan diperlakukan dengan adil dan akses publik ke berita tidak terkekang.

Facebook Inc

Sydney - Pengawas kompetisi Australia merekomendasikan badan regulasi baru untuk memantau raksasa teknologi Facebook Inc dan Google Alphabet Inc dan dominasi kedua perusaahaan itu dari iklan online dan pasar berita.

Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) dalam laporan pertamanya mengatakan, pengawasan ekstra dibenarkan untuk memastikan para pengiklan diperlakukan dengan adil dan akses publik ke berita tidak terkekang.

"Algoritma Facebook dan Google yang mengatur tampilan iklan tidak memiliki transparansi. Hal itu lantas memberi perusahaan kemampuan dan insentif untuk mendukung bisnis terkait mereka sendiri, " kata ACCC dalam laporannya, dilansir dari Reuters.

Demikian pula, perusahaan itu telah merebut percetakan tradisional sebagai distributor berita, yang telah melukai perusahaan media incumbent dan membuat lebih sulit bagi pembaca menemukan berita yang lebih akurat.

"Konsumen menghadapi risiko potensial gelembung filter, atau ruang gema, dan berita kurang dapat diandalkan pada platform digital," kata Ketua ACCC Rod Sims dalam sebuah pernyataan.

ACCC telah menyarankan agar regulator baru diberi kewenangan investigasi untuk memeriksa bagaimana perusahaan memeringkat iklan dan artikel berita.

Facebook dan Google belum memberikan tanggapakan perihal permintaan tersebut, meskipun kedua perusahaan itu mengatakan, berkomitmen untuk menanggulangi penyebaran berita palsu.

Pemerintah Australia memerintahkan penyelidikan terhadap pengaruh perusahaan sebagai bagian dari reformasi media, di tengah meningkatnya kekhawatiran masa depan jurnalisme dan kualitas berita setelah tahun-tahun penurunan laba dan pemangkasan kantor berita.

Seperti saingan mereka secara global, perusahaan media tradisional Australia telah diperas oleh rival online, karena dolar periklanan telah mengikuti bola ke distributor digital.

TAGS : Facebook Google Australia Berita Palsu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :