Rabu, 19/12/2018 10:08 WIB

Limbah Biomassa Diolah Jadi Layar Perangkat Elektronik

Penelitian Amanda mengembangkan nanopaper yang berfungsi sebagai layar elektronik berbasis selulosa dari limbah biomassa.

Athanasia mengolah limbah jadi produk teknologi (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Fakta bahwa layar pada perangkat elektronik merupakan komponen termahal yang masih didominasi oleh produk asing membuat penelitian ini berpotensi menjadi pendorong daya saing untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kekayaan biomassa di Indonesia serta mewujudkan kemandirian teknologi inovasi nasional.

Dengan memanfaatkan nanoteknologi, Athanasia Amanda Septevani dan tim dalam penelitiannya menggunakan limbah biomassa yang berlimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia untuk direkayasa menjadi produk teknologi yang mutakhir, yaitu layar/display perangkat elektronik pada telepon genggam, monitor dan TV.

"Penelitian saya bertujuan mengembangkan nanopaper yang berfungsi sebagai layar elektronik berbasis selulosa dari limbah biomassa," ujar Peneliti LIPI ini.

Selulosa diisolasi dan diproses secara kimia untuk menghasilkan nanoselulosa. Nanoselulosa kemudian diproses menjadi lembaran tipis transparan yang dikenal sebagai  “nanopaper”.

Hasil penelitian peraih penghargaan Women in Science Loreal Sapat menjawab tantangan keterbatasan teknologi layar yang saat ini bahannya masih kaku, mudah retak saat terjatuh, dan berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui menjadi kuat, fleksibel dan keberlanjutan dalam mendukung teknologi layar masa depan.

Tahun 2010, Athanasia Amanda Septevani bergabung di kelompok Kimia Polimer, Pusat Penelitian LIPI. Pada tahun 2013, ia mendapatkan beasiswa dari Australia  Awards untuk melanjutkan pendidikan Master of Philosophy di The University of Queensland, Australia.

Di pertengahan pendidikan S2-nya, ia berhasil ditingkatkan dari Master program menjadi PhD program dengan melewati proses seleksi yang ketat
dan atas persetujuan dari berbagai pihak, yaitu Australia Awards, LIPI, DFAT Jakarta dan The University of Queensland.

Pada pertengahan tahun 2017, Athanasia berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy di bidang material science. Setelah menyelesaikan studinya, ia kembali ke LIPI dan
melanjutkan penelitian yang telah didalami di Australia dan berusaha mengaplikasikannya di Indonesia.

Sebagai seorang peneliti, Amanda telah memiliki banyak pengalaman dalam riset dan menulis jurnal ilmiah, seperti pengalaman riset di Oregon State University, Amerika Serikat mengenai “Atomic Layer Disposition of Cellulose Nanocrystals Aerogel” 

TAGS : Limbah Biomassa Layar Elektronik




TERPOPULER :