Kamis, 01/10/2020 22:27 WIB

Cathay Pasific Dikritik Soal Jebolnya 9,4 Juta Data Pelanggan

Penjelasan Cathay Pasific terkait bocornya 9,4 juta data pelanggan menuai sejumlah kritik pedas.

Ilustrasi Hacker

Hong Kong – Penjelasan Cathay Pasific terkait bocornya 9,4 juta data pelanggan menuai sejumlah kritik pedas. Pasalnya maskapai penerbangan asal Hong Kong itu baru mengumumkan kepada publik, lima bulan setelah kejadian peretasan.

Padahal 9,4 juta data pelanggan itu mengandung beragam informasi penting dan sensitif, seperti nomor paspor dan rincian kartu kredit.

Seperti disampaikan oleh politisi Hong Kong, Charles Mok. Alih-alih menenangkan publik, penundaan penjelasan oleh Cathay Pacific justru memicu kekhawatiran.

“Panik atau tidak bukan mereka yang memutuskan, korban lah yang memutuskan. Bukan penjelasan yang baik untuk membenarkan penundaan itu,” ujar Charles Mok dilansir dari AFP pada Kamis (25/10).

Sementara politisi lainnya, Elizabeth Quat mengatakan penundaan itu tidak bisa diterima, karena itu berarti pelanggan kehilangan kesempatan lima bulan untuk mengambil langkah penting untuk menjaga data pribadi mereka.

Seperti diketahui, maskapai Cathay Pacific mengakui sekitar 860.000 nomor paspor, 245.000 nomor kartu identitas, 403 nomor kartu kredit kadaluwarsa, dan 27 nomor kartu kredit tanpa verifikasi dijebol peretas (hacker).

Data penumpang lain yang diakses oleh hacker termasuk kewarganegaraan, tanggal lahir, nomor telepon, email, dan alamat rumah.

Kepala Pelanggan Cathay Pacific Paul Loo menjelaskan, penundaan pengumuman dilakukan karena perusahaan ingin mendapatkan informasi yang akurat tentang situasi, sebelum membuat pengumuman. Maskapai tersebut juga ingin menghindari kepanikan yang tidak perlu.

Berita tentang kebocoran mengakibatkan saham Cathay lebih dari enam persen ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir.

TAGS : Cathay Pacific Maskapai Penerbangan Hacker




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :