Minggu, 12/07/2020 05:59 WIB

Miftahul Terdiskualifikasi, NPC Salahkan Kemampuan Berbahasa Inggris Pelatih

Senny Marbun menyebut akar penyebab terdiskualifikasinya Miftahul Jannah dari arena judo Asian Para Games 2018, karena kesalahan pelatih.

Miftahul Jannah (Foto: Antara)

Jakarta – Ketua Umum Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia Senny Marbun, menyebut akar penyebab terdiskualifikasinya Miftahul Jannah dari arena judo Asian Para Games 2018, karena kesalahan pelatih.

Dalam konferensi pers pada Senin (8/10), Senny mengatakan, pelatih judo atlet disabilitas Indonesia tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Sehingga saat rapat delegasi teknis dari Komite Paralimpiade Asia, sang pelatih tidak mampu mencerna aturan yang disampaikan.

“Dia juga tidak meinta tolong kepada sesama pelatih untuk menerjemahkan aturan itu. Prinsipnya dalam olahraga tidak ada diskriminasi,” kata Senny kepada awak media.

NPC juga turut mengaku bersalah dalam kejadian ini, karena tidak mengecek kembali aturan yang telah diumumkan sebelum penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

Padahal, lanjut Senny, larangan menggunakan jilbab bagi atlet judo sudah ditetapkan sebelumnya oleh Federasi Judo Internasional (IJF), demi menghindari risiko keamanan.

“Saya sangat menyesal ini terjadi. Hijab itu sensitif, karena bantingan dan pelukan dilakukan secara blind (buta). Kalau tercekik bagaimana? Ini masalah besar. Saya minta tolong, maafkan saya,” pinta Senny.

Diketahui sebelumnya, atlet judo Indonesia Miftahul Jannah terpaksa harus angkat koper sebelum bertanding di arena judo Asian Para Games 2018. Pasalnya, dia terdiskualifikasi karena menolak melepas jilbab, yang dalam aturannya dilarang.

Penanggung jawab pertandingan judo Asian Para Games 2018 Ahmad Bahar mengatakan, larangan mengenakan jilbab bukan aturan baru. Regulasi tersebut sudah dibakukan oleh Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) sebelumnya.

“Pemain tidak boleh menggunakan jilbab, dan harus lepas jilbab saat bertanding,” kata Ahmad Bahar kepada awak media.

Alih-alih menuruti permintaan wasit dan official pertandingan, Miftahul bersikukuh mempertahankan jilbabnya karena tidak mau auratnya terlihat oleh lawan jenis.

“Tim Komandan Kontingen Indonesia sudah berusaha dan mendatangkan orang tua dari Aceh untuk memberi tahu demi membela negara,” ujarnya.

TAGS : Asian Para Games 2018 Judo NPC




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :