Rabu, 21/10/2020 20:33 WIB

Siswa SMK Magang di Casio, Ini Pesan Mendikbud

Menurutnya, program tersebut merupakan modal yang berharga bagi para siswa untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja, yang dewasa ini makin kompetitif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendukung penuh program internship (magang) di perusahaan elektronik asal Jepang, Casio Computer Co., Ltd., bagi 20 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) Indonesia terpilih.

Menurutnya, program tersebut merupakan modal yang berharga bagi para siswa untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja, yang dewasa ini makin kompetitif.

“Setelah masuk Casio, diharapkan para siswa membekali diri mereka dengan keterampilan, supaya nanti mampu bersaing saat memasuki dunia kerja yang kompetitif,” kata Mendikbud di sela-sela acara `Penandatangan Perjanjian Kemitraan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Casio Computer Co., Ltd., pada Kamis (27/9) di Jakarta.

Tak hanya sekedar belajar, Mendikbud dalam sambutannya juga mengimbau 20 siswa yang diberangkatkan ke pabrik Casio di Amphoe Chokcai, Thailand selama tiga bulan untuk menyerap ilmu yang didapatkan di sana, lalu menerapkannya sepulang ke Tanah Air.

“Bila perlu jadi wiraswasta. Terutama budaya mandiri yang diterapkan oleh Casio, saya harap bisa diserap oleh para siswa,” terangnya.

Sementara Wakil Presiden Eksekutif Casio Computer, Hiroshi Nakamura mengatakan, program magang merupakan sarana untuk membekali para pelajar Indonesia, kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Dia menjelaskan, selama pelatihan yang akan digelar mulai Oktober nanti, para siswa SMK akan mempelajari proses perakitan dan teknologi dari produk-produk Casio, seperti kalkulator dan jam tangan. Para pelajar juga akan mendapatkan pengetahuan manajemen secara umum.

Casio merasa bangga bisa berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pada bidang sains, teknologi, kerekayasaan dan matematika,” ujar Nakamura.

Selain memberangkatkan 20 siswa SMK terpilih ke Thailand, Kemdikbud dan Casio Computer juga meneken perjanjian kemitraan (MoU), yang berisi kesepakatan untuk meningkatkan kompetensi pendidik serta mengembangkan minat dan kompetensi peserta didik dalam bidang sains, teknologi, kerekayasaan, dan matematika (STEM).

Keduanya sekaligus bekerja sama dalam pengembangan perangkat kurikulum, metode pembelajaran, dan bahan ajar dalam bidang yang sama, didukung dengan teknologi kalkulator saintifik.

Diketahui pula, Casio Computer menggelar penelitian terhadap efektivitas penggunaan kalkulator dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah atas (SMA). Untuk kegiatan ini, selain melibatkan siswa, juga guru di sekolah bersangkutan.

Adapun salah satu tujuannya yakni untuk mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan aktivitas pembelajaran, dengan mengintegrasikan penggunaan kalkulator saintifik, untuk mengeksplorasi matematika.

Diketahui, penelitian ini dilakukan oleh empat orang peneliti yang memiliki latar belakang akademisi dan pengajar, di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Keempatnya ialah, Dr. Aruyadi Wijaya dan Dr. Heri Retnawati dari FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, serta Wahid Yunianto dan Pastita Ayu Laksmi dari SEAMEO Qitep in Mathematics.

TAGS : Pendidikan Casio STEM Kemdikbud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :