Senin, 25/01/2021 01:32 WIB

KPK Periksa Pengacara Eks Bos Lippo Group Besok

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap advokat Lucas dan satu pihak swasta Dina Soraya sebagai saksi kasus dugaan suap mantan bos Lippo Group, Eddy Sindoro (ES) kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap advokat Lucas dan satu pihak swasta Dina Soraya sebagai saksi kasus dugaan suap mantan bos Lippo Group, Eddy Sindoro (ES) kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat pemanggilan pemeriksaan telah dilayangkan kepada yang bersangkutan. Untuk itu, kedua saksi diminta bersikap kooperatif menghadiri pemeriksaan.

"Dijadwalkan besok (Jumat, 28/9), ada kebutuhan penyidikan untuk melakukan klarifikasi terkait beberapa informasi," kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/9).

Tak hanya mengagendakan pemeriksaan, keduanya pun telah dicegah bepergian ke luar negeri. Surat pencegahan telah dilayangkan KPK ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham sejak kemarin.

"Ketika KPK melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap tersangka ataupun saksi, sesuai UU, tentu saja hal tersebut karena yang dicegah ada kaitannya dengan pokok perkara," terangnya.

Kata Febri, ada beberapa hal yang akan dikonfirmasi penyidik dari kedua saksi tersebut. Salah satunya, pengetahuan kedua saksi tentang keberadaan Eddy Sindoro.

"Dalam konteks kasus ini, 2 orang tersebut perlu diklarifikasi terkait pengetahuan mereka tentang keberadaan tersangka ES di luar negeri termasuk apakah mengetahui perpindahan tersangka ES tersebut," tegasnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada akhir 2016. Eddy diduga memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait dengan sejumlah perkara yang berkaitan dengan Lippo Group.

Belakangan diketahui Eddy Sindoro telah berada di luar negeri sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik lembaga antirasuah. Dalam proses penyidikan, KPK turut menduga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhahadi Abdurrachman terlibat dalam kasus dugaan suap ini.

Penyidik KPK telah menyita uang sejumlah Rp1,7 miliar dan sejumlah dokumen dari rumah pribadi Nurhadi. Nurhadi mengaku mengenal dekat Eddy Sindoro sejak masih duduk di bangku SMA.  Nurhadi juga sudah beberapa kali mondar-mandir ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

TAGS : KPK Lippo Group Eddy Sindoro




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :