Senin, 26/10/2020 05:06 WIB

Pertemuan Majelis PBB Momentum Iran Ungkap Kebrutalan AS

pemerintahan AS saat ini telah mengadopsi ideologi nasionalistis unilateral dan ekstrim, dan dalam situasi seperti itu Iran memiliki banyak hal yang akan disampaikan di Majelis Umum PBB.

Presiden Iran, Hassan Rouhani (Foto: Tehran Time)

Tehran - Presiden Hassan Rouhani menyatakan siap menghadapi Amerika Serikat (AS) dan membuat Gedung Putih  menyesali keputusannya keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

"Tidak diragukan lagi, rakyat Iran akan melawan dan pemerintah sepenuhnya siap menghadapinya (AS). Dengan rahmat Tuhan, kami akan melewati kesulitan yang telah kami hadapi selama beberapa bulan terakhir," kata  Rouhani sebelum bertandang ke New York untuk menghadiri acara tahunan Pertemuan Majelis Umum PBB.

"Kami akan membuat AS menyesal, karena mereka (AS) memilih jalan yang salah," sambungnya, dilansir Tehran Time, Minggu (23/9).

Ia mengatakan, pemerintahan AS saat ini telah mengadopsi ideologi nasionalistis unilateral dan ekstrim, dan dalam situasi seperti itu Iran memiliki banyak hal yang akan disampaikan di Majelis Umum PBB.

"Mereka tidak menghormati kesepakatan. Mereka tidak menghormati Dewan Hak Asasi Manusia (PBB) atau perjanjian ekonomi dan perjanjian Paris (iklim). Administrasi ini memiliki ideologi unilateralisme dan nasionalisme ekstrim," terang Rouhani

"Dalam situasi ini, saya pikir banyak negara terutama Iran memiliki unek-unek yang akan disampaikan dalam sidang nanti,"  ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, pertemuan Majelis Umum PBB adalah kesempatan bagi Iran untuk menyatakan sikapnya.

"Situasi internasional sedang memburul. AS melakukan penindasan lebih dari sebelumnya.  (AS) terus mengadopsi kebijakan sepihak dan berimajinasi dapat mengambil tindakan berdasarkan kekerasan," terangnya.

"Ketika suatu negara menjadi tuan rumah sebuah organisasi, ia seharusnya tidak berpikir bahwa ia memiliki otoritas penuh atas organisasi itu. Otoritas AS atas Perserikatan Bangsa-Bangsa harus sama dengan negara lain," katanya.

Rouhani menegaskan,  kunjungannya ke New York, ia akan  memebeberkan  "kejahatan" AS yang melanggar perjanjian internasional.

TAGS : Rouhani Amerika Serikat PBB




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :