Kamis, 20/09/2018 00:11 WIB

Besok, PBB Bahas Regulasi Laut Lepas

Empat sesi pembicaraan, masing-masing berlangsung dua minggu, direncanakan akan berlangsung selama dua tahun, dengan tujuan melindungi keanekaragaman hayati laut dan menghindari penjarahan lebih lanjut di lautan.

Logo PBB (Foto: Beapeacekeeper)

New York - Pada Selasa (4/9) besok, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memulai pembahasan perjanjian 2020 terkait regulasi laut lepas, yang menutupi setengah planet namun tidak memiliki perlindungan lingkungan yang memadai.

Empat sesi pembicaraan, masing-masing berlangsung dua minggu, direncanakan akan berlangsung selama dua tahun, dengan tujuan melindungi keanekaragaman hayati laut dan menghindari penjarahan lebih lanjut di lautan.

"Negosiasi akan berhubungan dengan ruang-ruang di luar yurisdiksi nasional, atau wilayah yang bukan milik negara tertentu," kata Julien Rochette dari think tank Iddri yang bermarkas di Paris.

“Pembicaraan akan fokus pada laut lepas dan zona internasional perairan laut, atau sekitar 46 persen dari permukaan planet," tambahnya.

Pada 1982 lalu, PBB telah mengadopsi Konvensi tentang Hukum Laut, tetapi membiarkan laut lepas bebas dari pembatasan. Konvensi mulai berlaku pada tahun 1994, tanpa partisipasi dari Amerika Serikat.

"Semua Negara menikmati kebebasan tradisional navigasi, overflight, penelitian ilmiah dan memancing di laut lepas," katanya dilansir dari AFP.

Sejak saat itu, rute pelayaran telah berkembang pesat, dan sumber daya laut yang dalam telah menimbulkan minat yang signifikan, baik dengan memancing atau mengekstraksi mineral.

"Kehidupan laut sudah pulih dari dampak industri perikanan, perubahan iklim dan industri ekstraktif lainnya. Kami memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi lautan global kami sebelum terlambat," ujar ahli biologi kelautan dengan Greenpeace Sandra Schoettner.

TAGS : Laut Lepas PBB Lingkungan




TERPOPULER :