Rabu, 26/09/2018 18:44 WIB

Begini Pujian Wisatawan Asing soal Pangan Lokal Indonesia

Kementan berhasil membuktikan kepada wisatawan lokal dan asing di Candi Borobudur terhadap keajaiban pangan lokal berdampak langsung bagi tubuh.

Komentar wisatawan asing soal pangan lokal (Foto: Ist)

Magelang - Di tengah semagat Kementerian Pertanian (Kementan) mengkampanyekan komsumsi pangang lokal, lembaga yang dikomandoi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaimam itu menemukan, pangan lokal Indonesia  mampu menjadi sumber energi, tepatnya terbukti memberikan stamina bagi tubuh waktu singkat.

Pangan lokal meningkatkan sumber energi, karena pertama, berada di daerah tropis, kedua sumberdaya pertanian yang beragam, ketiga diproses secara harmoni oleh petani yang beragam dari sabang sampai merauke. Pangan lokal tumbuh di daerah tropis kaya dengan sinar matahari sepanjang tahun. Sehingga tak mengherankan terdapat ragam dan aneka jenis tumbuhan sayuran dan buah.

Secara biogeografi, bentang alam Indonesia memiliki kawasan yang terdiri dari biogeografi flora dan fauna dengan ciri Asia dengan Australia. Keberadaan Indonesia berdasarkan biogeografi tersebut menyebabkan Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Sebagai hadiah Hari Kemerdekaan ke 73 tahun ini, Kementan berhasil membuktikan kepada wisatawan lokal dan asing di Candi Borobudur terhadap keajaiban pangan lokal berdampak langsung bagi tubuh. Tujuannya agar setiba di negara tujuan, wisatawan akan menceritakan keunggulan hasil pangan lokal kopi, kedelai, beras, kentang dan lainnya.

"Tujuan kita di sini adalah, setiba di negara tujuan, para wisatawan tersebut dengan suka rela menceritakan keunggulan hasil pangan Indonesia antaranya kopi dan kedelai," jelas Ahli Kinesiology, Hanson saat diwawancarai.

Kinesiology adalah teknik kedokteran untuk melihat kemampuan tubuh melalui respon otot. Dengan metode ini,  tubuh mampu memilih objek seperti makanan yang cocok dan baik melalui respon otot. Hal ini langsung dicontohkan di dalam kegiatan tersebut.

Dicontohkan, peserta diminta untuk memegang beberapa foto sumber makanan yang ada kemudian dilihat bagaimana respon tubuhnya. Uniknya, jika memegang foto atau gambar sumber makanan lokal,  kondisi otot berada dalam keadaan optimum atau menjadi kuat, tetapi sebaliknya pada sumber makanan yang berasal luar negeri (impor), kondisi otot menjadi melemah.

Sebagai praktisi kesehatan, Hanson menjelaskan bahwa pangan lokal dapat meningkatkan stamina tubuh. Dokter yang memiliki ketertarikan terhadap pangan lokal ini  menjelaskan bahwa pangan lokal dapat mengembalikan stamina tubuh seperti stamina nenek moyang dan menampilkan inner beauty.

Uji terhadap wisatawan manca negara yang hadir dibuktikan mampu melangkah hingga puncak candi dengan perasaan senang dan penuh stamina. Ketika ditanyakan pada salah satu wisatawan asal Kroasia, Renata, usai mencicipi kopi asal Indonesia dengan panduan sikap dan cara langkah yang benar, dirinya merasa langkah kakinya lebih ringan.

"Yes, I feel lighter, not tired and actually happy," jelas Renata saat melakukan beberapa step sikap tubuh dan langkah.

Hal sama diungkapkan Esad, sang suami mengatakan bahwa langkahnya terasa ringan, jauh lebih baik dari sebelumnya, "I feel much better and a happy smile," ungkapnya.

Hal  sebelumnya dijelaskan sang Ahli Kinesiology akan dampak positif kopi yang ditunjukkan. Bahwa asal pangan yang baik bisa dikenali oleh tubuh. Masukan pangan yang baik dapat menguatkan tubuh, meningkatkan kepercayaan diri serta membuat tubuh jauh lebih energik. Hal sebaliknya justeru melemahkan tubuh.

"Kita akan buktikan pangan lokal bisa membuat tubuh  berpotensi kuat seperti nenek moyang dulu. Kita bisa naik turun tangga Candi Borobudur tanpa lelah, wajahnya tersenyum" jelas Hanson.

"Saya seperti terbang, tidak punya lelah. Kalau mau berhenti susah itu. Seperti ada dorongan,"ucap Sugiono, Kepala Bappeda Kabupaten Magelang yang turut mengikuti sesi berjalan.

Secara terpisah Dirjen Hortikultura, Suwandi optimistis program konsumsi pangan lokal Indonesia bisa menjangkau lebih banyak generasi muda.  Hal ini juga menyadarkan dan berdampak positif untuk mengonsumsi pangan yang sehat dan aman, yaitu pangan lokal yang diproses tertentu, 100 persen pangan lokal.

"Jika semua orang sadar manfaatnya pangan lokal, akan menciptakan demand dan menggairahkan petani memproduksi lebih banyak lagi, petani akan sejahtera dan konsumen sehat dan bahagia," ujar Suwandi.

TAGS : Dirjen Hortikultura Suwandi pangan lokal Hanson




TERPOPULER :