Rabu, 24/10/2018 00:53 WIB

Catat, Ini 10 Bhakti Teknologi Hakteknas 2018 Riau

Pertama, pelatihan kepada 70 petani dan penyuluh di Kabupaten Kampar, Riau dan sekitarnya untuk mengembangkan pupuk organik cair.

Bhakti Teknologi Hakteknas 2018 di Riau

Pekanbaru – Bhakti Teknologi merupakan kegiatan wajib dalam rangkaian puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas). Layaknya Hakteknas tahun-tahun sebelumnya, Hakteknas tahun ini pun menggelar kegiatan serupa, yakni dengan tujuan mewariskan dan mengenalkan hasil inovasi kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe mengungkapkan, ada sepuluh kegiatan Bhakti Teknologi yang akan dilakukan pada Hakteknas 2018 Riau.

Pertama, pelatihan kepada 70 petani dan penyuluh di Kabupaten Kampar, Riau dan sekitarnya untuk mengembangkan pupuk organik cair. Kedua, pembuatan nata de coco kepada 50 warga Kampar.

“Ketiga, pemberian converter kit kepada kapal nelayan, sehingga lebih efisien bahan bakar,” demikian keterangan Jumain Appe dalam laporannya di Desa Pulau Tinggi, Kampar, Riau pada Kamis (9/8) siang.

Selanjutnya yakni pemberian alat penjernih air yang mampu menjernihkan 100 liter air per jam. Alat tersebut, kata Jumain, diberikan kepada masyarakat di Rokan Ilir, Riau.

“Kelima, penyerahan alat pengawetan ikan. Keenam, penanaman varietas padi unggul sidenuk. Ketujuh, pemberian bibit buah tropis kepada STP (Science Techno Park) dan perguruan tinggi Riau. Kedelapan, pemberian pupuk cair biofarm. Kesembilan, penyerahan 150 kilo bibit jagung manis, dan kesepuluh, pemberian kursi roda android untuk penyandang cacat,” lanjutnya.

Sebelumnya, dalam Kegiatan Ilmiah `Riset, Inovasi Menuju Era Revolusi Industri 4.0` di Pekanbaru, Riau, Menristekdikti Mohamad Nasir menyebut Hakteknas sebagai ajang mengenalkan inovasi anak bangsa kepada masyarakat.

Tema `Inovasi Pangan dan Energi` yang menjadi tema Hakteknas tahun ini dipilih, karena masih banyak pekerjaan rumah untuk menyelesaikan persoalan kedua sektor tersebut.

“Dalam Bhakti Teknologi ada penyerahan buah tropis. Barangkali di Riau terkenal dengan duriannya, tapi siapa tau varietas lain juga bisa tumbuh, seperti kelengkeng, mangga, dan alpukat,” tutur Nasir.

TAGS : Hakteknas Bhakti Teknologi Kemristekdikti




TERPOPULER :