Senin, 24/09/2018 12:44 WIB

Cari Lawan Tanding Jokowi, Koalisi Prabowo Harus Piawai

Partai koalisi pendukung Prabowo Subianto harus piawai dalam mendaur ulang pasangan Capres-Cawapres sebagai penantang Presiden Jokowi untuk berlaga pada Pilpres 2019 mendatang.

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

Jakarta - Partai koalisi pendukung Prabowo Subianto harus piawai dalam mendaur ulang pasangan Capres-Cawapres sebagai penantang Presiden Jokowi untuk berlaga pada Pilpres 2019 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, kepada Jurnas.com, Jakarta, Sabtu (4/8). Menurutnya, partai koalisi Prabowo harus benar-benar mahir menyiapkan lawan tanding yang sebanding melawan Jokowi.

Sebab, kata Pangi, kapasitas, popularitas, dan akseptabilitas terhadap kandidat menjadi maha penting. Menurutnya, membaca trend apa yang sedang disukai masyarakat dan apa yang betul-betul diinginkan masyarakat harus menjadi pertimbangan penting.

"Kemampuan membaca sentimen publik dengan menerjemahkannya ke dalam keputusan politik strategis yang populis, berimplikasi nyata terhadap dukungan yang luas dari masyarakat," kata Pangi.

Pangi menilai, mempertimbangkan posisi capres-cawapres tidak bisa dilakukan melalui pertimbangan dan kebijakan yang bersifat elitis, pragmatis dan transaksional serta terkesan hanya memaksakan kehendak elit dan ego sektoral masing-masing partai koalisi.

Kata Pangi, kehendak dan logika publik sebagai pemilih dan pemegang kedaulatan juga harus menjadi pertimbangan (determinan) utama jika ingin mendapat simpati dan dukungan real suara akar rumput.

Selain posisi capres, lanjut Pangi, posisi cawapres pun menjadi sangat krusial dalam menentukan peta politik saat ini, bahkan posisi cawapres justru lebih banyak diperbincangkan dan menjadi poin penentu kemenangan.

"Oleh karena itu, Cawapres harus memiliki kapasitas personal yang mumpuni, penerimaan publik yang luas, dukungan partai (elit), track record yang positif, susah dicari celah kesalahan dan dosa masa lalunya, sehingga sulit bagi lawan politik melakukan down-grade dan tentu saja popularitas dan elektabilitas yang memadai," terangnya.

TAGS : Pilpres 2019 Presiden Jokowi Prabowo Subianto




TERPOPULER :