Kamis, 22/11/2018 18:09 WIB

Ini Syarat Indonesia Bisa Masuk 10 Negara Besar pada 2030

Nasir menyebut daya saing Indonesia cukup rendah yaitu di peringkat 36 dari 137 negara.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur

Jakarta – Making Indonesia 4.0 sebagai program nasional terus diupayakan pemerintah melalui berbagai agenda kegiatan penguatan kapasitas pemimpin Indonesia. Salah satu agendanya adalah implementasi revolusi mental dalam era revolusi industri 4.0.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini sangat penting sekali untuk meningkatkan daya saing Indonesia di masa yang akan datang. Pasalnya Nasir menyebut daya saing Indonesia cukup rendah yaitu di peringkat 36 dari 137 negara.

"Diharapkan tahun 2030 para peneliti Indonesia menjadi 10 besar di dunia. Tahun 2050 pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor 4 di dunia," harap Nasir.

Maka dari itu, menurut Nasir, masalah sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi bonus demografi bagi Indonesia di 2030 nanti harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kemenristekdikti dengan Lemhanas akan mengawali bagaimana membentuk cara pandang di dalam pengelola lembaga itu dan cara melayani kepada masyarakat. Kaitannya untuk melakukan kemajuan di masa yang akan datang," terang Nasir.

Nasir melanjutkan, untuk membentuk mindset para pengelola, pemimpin perlu dibekali dengan pemahaman tentang theory u, yaitu melakukan suatu bentuk perubahan di dunia yang disampaikan oleh dosen senior asal Massachusetts Institute of Technology, Otto Scharmer.

"Untuk itu kita lakukan secara bersama- sama seluruh kementerian dan lembaga untuk menjalankan hal yang sama kepada staf yang di bawahnya dan akan di monitor oleh Lemhanas. Sebelum melakukan pelatihan apa yang mereka lakukan perubahan yang dilakukan, perubahan sejauh apa," ungkapnya.

Nasir berharap nantinya  hasilnya akan ditinjau oleh semua elemen tidak hanya pemerintah saja namun melibatkan masyarakat, LSM serta ormas yang lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini disiapkan untuk membuka cakrawala menunjuk perubahan dan perilaku kapasitas manusia. Menurut Darmin banyak hal yang harus berubah dari diri sendiri, cara kerja dan kapasitas kita untuk menghadapi revolusi industri.

"Seorang pemimpin ke depan tidak korupsi dan tidak boros. Dengan revolusi kali ini yang akan mewabah ke seluruh dunia kita harus mempersiapkan diri dan mendengarkan usulan orang lain serta bekerja sama," tutur Darmin.

Gubernur Lemhanas Agus Widjojo menambahkan, program Making Indonesia 4.0 dilihat secara keseluruhan tentang kepemimpinan, sistem dan penekanan terhadap kerjasama.

"Kita harus merubah mindset berpikir untuk menghadapi revolusi mental. Peserta dari seluruh komponen tidak terbatas dari perguruan tinggi, kementerian dan non kementerian," sebutnya.

TAGS : Revolusi Industri Menristekdikti




TERPOPULER :