Jum'at, 27/11/2020 01:32 WIB

Erdogan Diperkirakan Kembali Jadi Presiden Turki

Dalam pemilihan anggota parlemen, Partai Pembangunan dan Keadilan yang saat ini menguasai, memperoleh 42,5 persen suara setelah 96,5 persen suara dihitung.

Presiden Turki Tayyip Erdogan (Foto: Gulftoday)

Ankara - Presiden Petahana Tukri, Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan kembali memimpin negara itu, setelah pada hasil awal pemilihan telah meraih 52,7 persen suara dari 96,5 suara yang sudah dihitung.

Pesaing utamanya,  Muharrem Ince dari kubu utama oposisi Partai Rakyat Republik, mengantungi 30,7 persen suara. Mereka mengatakan, terlalu dini mengakui kekalahannya.

Dalam pemilihan anggota parlemen, Partai Pembangunan dan Keadilan yang saat ini menguasai, memperoleh 42,5 persen suara setelah 96,5 persen suara dihitung.

"Rakyat kita telah memberi kami tugas untuk memikul jabatan presiden dan pos eksekutif," kata Erdogan di dalam pesan singkat nasional, bahkan saat kertas suara masih dihitung.

"Saya harap tak seorang akan berusaha meragukan hasil dan membahayakan demokrasi untuk menyembunyikan kegagalan mereka sendiri," katanya.

Erdogan (64), politikus yang paling populer tapi juga paling menentukan dalam sejarah Turki modern, belakangan melambaikan tanganan dari atas bus di Istanbula kepada pendukungnya, yang dengan gembira mengibarkan bendera.

Penampilan kuat yang terduga oleh mitra aliansi partai yang memerintah, kubu nasionalis MHP, dapat diterjemahkan menjadi mayoritas parlemen yang stabil yang diupayakan oleh Erdogan untuk memerintah secara leluasa.

"Ini menberi panggung bagi dipercepatnya pembaruan," kata Wakil Perdana Menteri Turki Mehmek Simsek di akun Twitter mengenai hasil awal tersebut.

Dalam perdagangan awal di Asia, nilai tukar mata uang lira Turki bertahan terhadap dolar karena adanya harapan bagi peningkatan kestabilan politik. (Xinhua/AA)

TAGS : Recep Tayyip Erdogan Turki Pemilihan Presiden




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :