Sabtu, 17/11/2018 09:10 WIB

5 Tips Agar Tidur Berkualitas di Malam Hari

Tidak cukup menutup mata memengaruhi kita dengan cara yang dapat mengejutkan Anda.

Ilustarsi Orang Tidur (Foto;UPi.com)

Jakarta - Para ahli menyarankan orang dewasa yang sehat untuk tidur tujuh jam atau lebih setiap malam. Banyak orang menganggap tidur sebagai kemewahan atau kejahatan yang diperlukan sebagai downtime yang mengganggu kemampuan mereka untuk menyelesaikan lebih banyak hal dalam sehari. Kenyataannya adalah tidur malam yang nyenyak sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental kita.

Tidur yang tidak memadai mempengaruhi Anda dengan cara yang mungkin mengejutkan. Tidur kurang dari tujuh jam per malam secara teratur dikaitkan dengan hasil kesehatan yang merugikan, termasuk kenaikan berat badan dan obesitas , diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan stroke , depresi, dan peningkatan risiko kematian,

Jika Anda berpikir Anda mungkin tidak cukup tidur, berikut lima hal yang perlu dipertimbangkan agar tidur Anda lebih baik.

1. Jadikan tidur sebagai prioritas
Terlalu banyak orang berpikir bahwa tidur adalah untuk `pemalas` dan bahwa kurang tidur merupakan tanda seorang pekerja keras. Itu perlu diubah. Tidur harus dianggap sebagai salah satu dari tiga pilar gaya hidup sehat, bersama dengan diet dan olahraga.

2. Latihan pagi hari
Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang hingga berat dapat memberikan peningkatan yang signifikan dalam kualitas tidur. Ketika Anda mengerjakan hal-hal. The National Sleep Foundation menyarankan menghindari latihan yang tepat sebelum tidur, karena dorongan suhu tubuh dapat mengganggu tidur Anda.

3. Matikan gadget
Mematikan TV dan telepon Anda adalah cara yang mudah dan gratis untuk meningkatkan kualitas tidur Anda secara instan. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada November 2014 dalam Prosiding National Academy of Sciences, misalnya, menemukan bahwa penggunaan perangkat malam seperti e-readers menekan tingkat melatonin yang memengaruhi tidur .

4. Alat bantu tidur bukan perbaikan permanen
Menurut CDC, 4 persen orang dewasa berusia 20 dan lebih tua sekitar 8,5 juta orang dilaporkan mengonsumsi resep obat tidur dalam sebulan terakhir. Ini merupakan solusi yang masuk akal dalam jangka pendek. Tapi satu-satunya kesempatan untuk menyembuhkan insomnia adalah dengan terapi perilaku. Jika seseorang sedang memakai obat tidur selama enam bulan dan berhenti meminumnya, insomnia akan cepat kembali karena perilaku tidur secara keseluruhan tidak berubah.

5. Tahu kapan harus menemui dokter spesialis
Ada berbagai rasa insomnia. Beberapa masalah tidur kronis memerlukan intervensi medis, terutama jika ada alasan medis yang mendasarinya. Jika Anda mendengkur di malam hari dan merasa mengantuk di siang hari, maka Anda mungkin 1 dari sekian banyak orang yang mengalami obstructive sleep apnea (OSA).

OSA terjadi ketika otot-otot di bagian belakang tenggorokan rileks, yang mengganggu pernafasan. Orang-orang dengan OSA sering tidak menyadari masalah ini dan berpikir mereka sedang tidur langsung, sehingga orang yang berbagi tempat tidur mereka dapat memainkan peran penting dalam melihat kondisi.

Intinya, kurang tidur merusak kesehatan manusia. Hal ini terkait dengan hasil kesehatan yang buruk dan mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain. Orang perlu melihat tidur sebagai aktivitas peningkatan kinerja.

TAGS : tps tidur insomnia sehat




TERPOPULER :