Jum'at, 16/11/2018 12:04 WIB

Mengenal Melanoma yang Merenggut Nyawa Menantu Hatta Rajasa

Melanoma mudah menyebar ke bagian tubuh yang jauh (metastase), dimana akan terus tumbuh dan menghancurkan jaringan.

Melanoma mudah menyebar ke bagian tubuh yang jauh (Foto: Ilustrasi)

Jakarta - Adara Taista, menantu mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker kulit melanoma yang mematikan, sejak April 2017 lalu.

Melanoma (kanker) yang ditandai dengan tahi lalat berwarna Melanoma adalah salah satu bentuk kanker yang paling berbahaya, hal ini karena Kurangnya pengetahauan masyarakat akan bahayanya sinar matahari membuat kondisi ini semakin umum di temukan.

Sumber lain menjelaskan bahwa Melanoma adalah kanker yang terjadi pada melanosit, sel pigmen yang ada di kulit yang menghasilkan melanin. Kanker ini merupakan jenis kanker kulit yang dapat dapat menyebabkan kematian.

Melanoma dapat muncul pada kulit yang normal dan berawal dari tahi lalat atau daerah lain pada kulit yang mengalami perubahan wujud.Kemudian memang ditemukan bahwa melanoma ini sangat berkaitan dengan tahi lalat yang ada di tubuh manusia, dan hampir setiap orang memiliki tahi lalat berwarna.

Dokter menyebut tahi lalat warna ini adalah Nevi Melanositik.Sedangkan artinya Melanositik adalah tumor kulit yang paling umum, setiap orang dewasa muda berkulit putih mempunyai 20 sampai nefi melanositik yang tidak berbahaya.

Sedangkan Nevus adalah istilah umum yang biasanya digunakan untuk artinya tanda lahir atau bercak berwarna yang bersifat jangka panjang.Sehingga besar nevus melanostik muncul segera setelah lahir dan menjadi lebih banyak dengan bertambahnya usia sampai penderita mencapai akhir dua puluhan.

Setelah usia ini, kemunculan tanda lahir lebih jarang dan banyak tanda yang sudah ada, menjadi hilang.Sedangkan Tahi lalat berwarna yang suda ada begitu lahir atau muncul selama tahun pertama kehidupan, disebut nevus melanostitik kongenitaL.

Nevus ini relatif jarang dan masih belum jelas apakah nevus ini mempunyai risiko lebih tinggi untuk menjadi melanoma.

Penyebaran melanoma biasanya menghabiskan semua oksigen dan nutrisi yang terdapat dalam tumor asli. Kemudian terjadi perkembangan sel-sel kanker ke bagian lain pada tubuh (metastasis) untuk menemukan lebih banyak makanan.

Faktor risiko terjadinya melanoma adalah:

1. Riwayat keluarga yang menderita melanoma
2. Rambut merah atau pirang
Adanya tahi lalat atipik multipel (tanda lahir)
3. Terdapat keratosis aktinik pre-kanker
Frekels (bintik-bintik coklat) yang sangat jelas di punggung bagian atas
4. Mengalami serangan lepuhan akibat luka bakar sinar matahari sebanyak 3 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun.

Gejala Melanoma:

Melanoma bisa berawal sebagai pertumbuhan kulit baru yang kecil dan berpigmen pada kulit yang normal. Paling sering tumbuh pada kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi hampir separuh kasus tumbuh dari tahi lalat yang berpigmen.

Melanoma mudah menyebar ke bagian tubuh yang jauh (metastase), dimana akan terus tumbuh dan menghancurkan jaringan. Semakin sedikit pertumbuhan melanoma ke dalam kulit, maka semakin besar peluang untuk menyembuhkannya. Jika melanoma telah tumbuh jauh ke dalam kulit, akan lebih mungkin menyebar melalui pembuluh getah bening dan pembuluh darah dan bisa menyebabkan kematian dalam beberapa bulan atau tahun.

Perjalanan penyakit melanoma bervariasi dan tampaknya dipengaruhi oleh kekuatan pertahanan oleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa penderita yang keadaan kesehatannya baik, bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun meskipun melanomanya telah menyebar.

Tanda-tanda peringatan akan terbentuknya melanoma:

1. Bintik atau tahi lalat berpigmen (terutama yang berwarna hitam atau biru tua) yang semakin membesar
2. Perubahan warna pada tahi lalat, terutama pigmentasi merah, putih dan biru di kulit sekelilingnya
3. Perubahan pada kulit diatas bintik yang berpigmen, misalnya perubahan konsistensi atau bentuk
4. Tanda-tanda peradangan pada kulit di sekitar tahi lalat.

Jika melanoma terdeteksi awal sebelum sel kanker berpindah ke kelenjar getah bening dan seluruh tubuh, pasien diperkirakan memiliki 91,5 persen tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun. Jika penyebaran kanker kulit melanoma terdeteksi pada tahap selanjutnya, tingkat kelangsungan hidup hanya 30 sampai 60 persen.

Jika belum menyebar, keseluruhan melanoma bisa diangkat melalui pembedahan. Angka kesembuhannya mendekati 100%. Tetapi seseorang yang pernah menderita melanoma, memiliki risiko kembali menderita melanoma. Karena itu sebaiknya dia melakukan pemeriksaan kulit secara teratur.

Untuk melanoma yang telah menyebar dilakukan kemoterapi, tetapi angka kesembuhannya rendah dan keadaan ini sering berakibat fatal. Pengobatan eksperimental dengan immunoterapi interleukin-2 memberikan hasil yang menjanjikan.

Lalu bagaimana mencegahnya:

1. Gunakan tabir surya setiap hari (minimal dengan SPF 15)
2. Gunakan topi, kaca mata, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang
Jangan terlalu lama berjemur dibawah sinar matahari
3. Hindari sinar matahari pada tengah hari (jam 10-14)

TAGS : Kanker Kulit Melanoma Adara Taista




TERPOPULER :